Sunday, December 9, 2007

karakter manusia sunda

bisa jadi tokoh-tokoh di dalam cerita sunda memang berpengaruh terhadap karakter orang-orang sunda. utamanya si kabayan.
atau mungkin juga, karakter-karakter tersebut memang dibuat dari beberapa karakter umum manusia sunda.

karakter manusia sunda
oleh rezameutia


Si Kabayan

Tokoh Si Kabayan adalah tokoh cerita rakyat Sunda turun temurun yang paling populer dan sangat digemari. Si Kabayan dianggap sebagai tokoh ciptaan manusia Sunda yang hidup berpegang kepada pedoman 'cageur jeung bageur' (sehat lahir batin dan berbudi baik). Tipikal manusia Sunda yang ramah tamah kepada tamu, yang air mukanya lebih banyak cerah daripada masam, tidak bersikap aniaya kepada sesama manusia, gemar bergurau berkelakar, dan suka menertawakan ketololan diri sendiri.

Si Kabayan mengajak orang tertawa bersenang hati, cerita-cerita Si Kabayan bukan lah lelucon kosong tetapi sarat dengan isi tentang kehidupan. Si Kabayan merupakan tokoh luar biasa yang bisa menerima kritik atas dirinya sendiri.
Hanya manusia yang sehat lahir batin saja yang dapat menerima kritik dirinya sendiri dan menertawakan dirinya sendiri. Si Kabayan adalah puncak manifestasi manusia yang sudah menemukan puncak kesehatan lahir batin, yaitu manusia yang sudah 'teu naon-naon ku naon-naon' (tidak merasa apa-apa oleh apapun juga).

Ada cerita dari Prancis karya pengarang Moliere (1622-1673) yang berjudul 'Le Medicin Malgre Lui'. Dalam cerita tersebut tokoh Prancis yang bernama Sganaralle sangat mirip dengan karakter Si Kabayan yang pemalas namun cerdas,
pandai berbicara, dalam arti tak pernah terdesak ketika berbicara dengan orang lain, baik istrinya sendiri, para pamong praja ataupun mertuanya sendiri. Persis seperti karakter Si Kabayan dalam berbicara menghadapi Iteung, Ambu, dan Abah.


Sangkuriang

Berlainan dengan Si Kabayan, Sangkuriang adalah manifestasi jiwa yang terlalu yakin dengan kebenaran dirinya sendiri, sehingga tidak mau menerima kebenaran orang lain. Sangkuriang adalah karakter 'naon-naon ku naon-naon' (merasa apa-apa oleh apapun juga) dan yang tidak mau kebenaran orang lain sama sekali.

Sangkuriang adalah manusia yang penuh percaya diri, ketika ditantang oleh Dayang Sumbi agar membuat telaga dan perahu dalam semalam, segera menyanggupinya. Kesanggupan itu dapat dipenuhi pada waktunya, kalau saja Dayang Sumbi tidak membuat fajar palsu dari 'boeh rarang' (tenunan kain putih). Karena kecewa dan marah, Sangkuriang menendang perahu yang sedang dibuatnya sehingga menjelma menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Tokoh Sangkuriang adalah tokoh yang menyatukan segala hal yang ada diluar dirinya dan di dalam dirinya sendiri, berpadu dalam AKU-nya. Manusia sentral yang sekaligus merupakan dewa dan juga hewan, manusia yang jiwanya bergolak menyalakan api berkobar-kobar. Manusia yang menganggap dirinya sendiri sebagai Sumber Segala.

Keduanya ini sebenarnya merupakan kekayaan batin sifat manusia yang saling bertentangan satu sama lain. Hanya saja, cerita Sangkuriang akhir-akhir ini tidak digemari oleh masyarakat Sunda, mungkin disebabkan sifat ke-Aku-an yang terlalu egoistis. Padahal dari kedua cerita rakyat ini, jika diambil hikmah dan isi ceritanya, merupakan pelajaran sifat dan karakter batin manusia yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya.

Sunday, December 2, 2007

menyikapi cobaan dan masalah hidup

oleh : aa deden

manusia hidup dibekali dengan problema hidup.
bukan hanya sebagai ujian, tapi juga harus disikapi sebagai bentuk kasih sayang Allah agar kita selalu ingat dan kembali lagi padaNya.
banyak yang menyikapi masalah dengan berkeluh kesah berkepanjangan, putus-asa .. tentunya yang demikian bukanlah ciri-ciri seorang muslim.
karena islam menurut bahasa arab, mempunyai cabang-cabang pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai).
nabi ayub pbuh adalah seorang hamba yang sangat berserah diri kepada Allah. seorang model muslim yang menyerahkan setiap problema hidupnya kepada Allah dengan penuh ketaatan dan prasangka yang baik. tidak ada keraguan terhadap kasih sayang Allah, dan selalu mengutamakan syukur ketimbang menangisi sesuatu ketika hal-hal yang dicintainya lenyap. [link : http://www.islamawareness.net/Prophets/ayoub.html ]
nabi ayub adalah salah satu cermin, sebagaimana Rasulullahpun mempunyai sifat-sikap luhur dalam penghambaanya terhadap Allah.
hamba-hamba Allah ini lebih mengutamakan syukur dan mengetahui bahwa nikmat yang sudah diterima jauh lebih banyak daripada kesulitan hidup.
"dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (an-nahl: 18).

sungguh... sebagai manusia yang lemah dan diliputi kekurangan, kita begitu kagum akan ketulusan cintanya pada Allah. ingin sekali mencontohnya, walaupun terasa begitu sulit karena kualitas iman yang masih pas-pasan. yang bisa dilakukan hanya belajar, mencoba, dan mencoba lagi. dan berazam serta memohon petunuk Allah agar jangan sampai terpeleset terlalu jauh.

beberapa hal seputar menyikapi masalah atau cobaan hidup adalah sbb:

- janganlah membuat masalah, terkadang banyak masalah yang datang justru karena kita yang membikinnya sendiri. terlalu rumit kita menyikap hidup ini. sesuatu yang seharusnya adalah hal mudah, justru kita bikin menjadi komplek. kenapa tidak kita bersikap bersahaja saja. terlalu sayang kalau hidup disia-siakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah.

- manusia hidup pasti akan menghadapi masalah. janganlah merasa kesepian dan terasing ketika sedang menghadapi masalah... lihatlah sekeliling kita, pasti akan kita temukan orang-orang yang lebih berat masalahnya dari masalah yang sedang kita hadapi.
ada Allah yang selalu siap mendengar keluhan kita.
tempat curhat yang paling efektif dan tidak beresiko tersebarnya aib dan kekurangan kita.
ya.. banyak memang diantara kita yang memilih teman sebagai tempat curhat dibanding mengadukan permasalahan hidup kepada Allah.
padahal bisa jadi nasehat-nasehat mereka bukannya bisa membuka hati kita, malah menjadi lebih berat lagi kita melangkah dengan begitu banyaknya pilihan yang ditawarkan [bahkan bisa jadi bukan sebagai jalan keluar yang baik].
sebenarnya hal yang diperlukan ketika menghadapi masalah adalah ketenangan batin. dengan ketenangan akan memberdayakan akal kita untuk mencari solusi yang dibutuhkan. dan perhatikan ayat berikut :
"karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (al-baqarah: 152).
karena sesungguhnya, seberat apapun masalah kita, bagi Allah adalah kecil dan mudah.

- bertobat. siapa tahu cobaan tersebut adalah berupa teguran atas kesalahan yang pernah kita lakukan. maka dari itu periksalah perjalanan hidup kita, siapa tahu ada dosa-dosa yang belum kita mintakan tobatnya.

- berserah diri. ketika masalah datang, seolah bumi dan langit menghimpit kita, dada terasa sesak mencari jalan keluar, maka segeralah berserah diri kepada Allah.
"hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (al-baqarah: 153)
minggu kemarin ada seorang sobat yang menceritakan pengalamannya seperti ini :
saat anaknya hendak masuk ke perguruan tinggi, biaya yang harus dikeluarkan ternyata banyak sekali untuk ukuran hidupnya.
5jt rupiah harus dia setor dalam tempo 2 hari.
padahal sobat ini untuk hidup sehari-harinya juga sudah sulit, apalagi untuk mendapatkan 5jt sesegera mungkin.
maka mulailah sobat ini berdoa dengan kesungguhan.
berdoa layaknya seseorang yg sudah tidak tahu langkah apa yg harus diambil. gelap.
dan memasrahkan persoalan hidupnya pada Zat Penguasa Makhluk. "Ya Allah, aku serahkan persoalan hidup ini hanya pada Engkau. Tidak ada daya upaya kami selain karena pertolonganMu",
dan tiba-tiba saja tanpa diduga ada seseorang yang menelepon dan menanyakan keadaan anak-anaknya.
tanpa bermaksud meminta bantuan karena tidak mau orang lain ikut repot, tiba-tiba saja si penilpon bilang kalau dia mau bantu biaya buat anaknya. kemudian dia transfer sejumlah uang yang cukup sebagai biaya masuk kuliah.
subhanallah, Maha Benar Allah pada setiap JanjiNya, bahwa Dia pasti akan mengabulkan doa setiap hambaNya.

- "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (al-baqarah: 156-157)

- ringankanlah beban orang lain, mudah-mudahan Allah juga merigankan beban kita di saat sedang menghadapi masalah.

- memperbanyak syukur ketika masalah datang. nikmat yang kita terima sesungguhnya lebih banyak dibanding cobaan yang kita terima. bersyukurlah, niscaya Allah akan menambahkan nikmatNya pada kita.
"dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (an-nahl: 18).


wallahu'alam bishshawab