oleh : aa deden
manusia hidup dibekali dengan problema hidup.
bukan hanya sebagai ujian, tapi juga harus disikapi sebagai bentuk kasih sayang Allah agar kita selalu ingat dan kembali lagi padaNya.
banyak yang menyikapi masalah dengan berkeluh kesah berkepanjangan, putus-asa .. tentunya yang demikian bukanlah ciri-ciri seorang muslim.
karena islam menurut bahasa arab, mempunyai cabang-cabang pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai).
nabi ayub pbuh adalah seorang hamba yang sangat berserah diri kepada Allah. seorang model muslim yang menyerahkan setiap problema hidupnya kepada Allah dengan penuh ketaatan dan prasangka yang baik. tidak ada keraguan terhadap kasih sayang Allah, dan selalu mengutamakan syukur ketimbang menangisi sesuatu ketika hal-hal yang dicintainya lenyap. [link : http://www.islamawareness.net/Prophets/ayoub.html ]
nabi ayub adalah salah satu cermin, sebagaimana Rasulullahpun mempunyai sifat-sikap luhur dalam penghambaanya terhadap Allah.
hamba-hamba Allah ini lebih mengutamakan syukur dan mengetahui bahwa nikmat yang sudah diterima jauh lebih banyak daripada kesulitan hidup.
"dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (an-nahl: 18).
sungguh... sebagai manusia yang lemah dan diliputi kekurangan, kita begitu kagum akan ketulusan cintanya pada Allah. ingin sekali mencontohnya, walaupun terasa begitu sulit karena kualitas iman yang masih pas-pasan. yang bisa dilakukan hanya belajar, mencoba, dan mencoba lagi. dan berazam serta memohon petunuk Allah agar jangan sampai terpeleset terlalu jauh.
beberapa hal seputar menyikapi masalah atau cobaan hidup adalah sbb:
- janganlah membuat masalah, terkadang banyak masalah yang datang justru karena kita yang membikinnya sendiri. terlalu rumit kita menyikap hidup ini. sesuatu yang seharusnya adalah hal mudah, justru kita bikin menjadi komplek. kenapa tidak kita bersikap bersahaja saja. terlalu sayang kalau hidup disia-siakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah.
- manusia hidup pasti akan menghadapi masalah. janganlah merasa kesepian dan terasing ketika sedang menghadapi masalah... lihatlah sekeliling kita, pasti akan kita temukan orang-orang yang lebih berat masalahnya dari masalah yang sedang kita hadapi.
ada Allah yang selalu siap mendengar keluhan kita.
tempat curhat yang paling efektif dan tidak beresiko tersebarnya aib dan kekurangan kita.
ya.. banyak memang diantara kita yang memilih teman sebagai tempat curhat dibanding mengadukan permasalahan hidup kepada Allah.
padahal bisa jadi nasehat-nasehat mereka bukannya bisa membuka hati kita, malah menjadi lebih berat lagi kita melangkah dengan begitu banyaknya pilihan yang ditawarkan [bahkan bisa jadi bukan sebagai jalan keluar yang baik].
sebenarnya hal yang diperlukan ketika menghadapi masalah adalah ketenangan batin. dengan ketenangan akan memberdayakan akal kita untuk mencari solusi yang dibutuhkan. dan perhatikan ayat berikut :
"karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (al-baqarah: 152).
karena sesungguhnya, seberat apapun masalah kita, bagi Allah adalah kecil dan mudah.
- bertobat. siapa tahu cobaan tersebut adalah berupa teguran atas kesalahan yang pernah kita lakukan. maka dari itu periksalah perjalanan hidup kita, siapa tahu ada dosa-dosa yang belum kita mintakan tobatnya.
- berserah diri. ketika masalah datang, seolah bumi dan langit menghimpit kita, dada terasa sesak mencari jalan keluar, maka segeralah berserah diri kepada Allah.
"hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (al-baqarah: 153)
minggu kemarin ada seorang sobat yang menceritakan pengalamannya seperti ini :
saat anaknya hendak masuk ke perguruan tinggi, biaya yang harus dikeluarkan ternyata banyak sekali untuk ukuran hidupnya.
5jt rupiah harus dia setor dalam tempo 2 hari.
padahal sobat ini untuk hidup sehari-harinya juga sudah sulit, apalagi untuk mendapatkan 5jt sesegera mungkin.
maka mulailah sobat ini berdoa dengan kesungguhan.
berdoa layaknya seseorang yg sudah tidak tahu langkah apa yg harus diambil. gelap.
dan memasrahkan persoalan hidupnya pada Zat Penguasa Makhluk. "Ya Allah, aku serahkan persoalan hidup ini hanya pada Engkau. Tidak ada daya upaya kami selain karena pertolonganMu",
dan tiba-tiba saja tanpa diduga ada seseorang yang menelepon dan menanyakan keadaan anak-anaknya.
tanpa bermaksud meminta bantuan karena tidak mau orang lain ikut repot, tiba-tiba saja si penilpon bilang kalau dia mau bantu biaya buat anaknya. kemudian dia transfer sejumlah uang yang cukup sebagai biaya masuk kuliah.
subhanallah, Maha Benar Allah pada setiap JanjiNya, bahwa Dia pasti akan mengabulkan doa setiap hambaNya.
- "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (al-baqarah: 156-157)
- ringankanlah beban orang lain, mudah-mudahan Allah juga merigankan beban kita di saat sedang menghadapi masalah.
- memperbanyak syukur ketika masalah datang. nikmat yang kita terima sesungguhnya lebih banyak dibanding cobaan yang kita terima. bersyukurlah, niscaya Allah akan menambahkan nikmatNya pada kita.
"dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (an-nahl: 18).
wallahu'alam bishshawab
Showing posts with label syukur. Show all posts
Showing posts with label syukur. Show all posts
Sunday, December 2, 2007
Thursday, September 27, 2007
kamu orang yang beruntung [hei.. kamu juga]
kamu bisa kuliah sampe tamat,
padahal kamu tau, ibumu yang sudah tua itu [yg sangat kamu cintai] hanya mengandalkan uang pensiun yg jumlahnya tidak seberapa,
sudah tamat, kamu punya keahlian yg bisa ngasilin duit tanpa perlu ngemis kerjaan,
dan sekarang kamu bisa makan 3x sehari dengan sisa yg lebih untuk bisa beli baju ataupun pergi jalan2 untuk mengisi waktu penatmu.
kamu sungguh beruntung...
pernah kamu menangis berdoa merintih meminta belas kasih Tuhanmu karena bayaran uang kuliah kamu sudah hampir telat,
ternyata setelah berdoa, tiba2 saja ada orang yg memberimu sejumlah uang.
padahal gak ada orang yg tau kl besoknya adalah hari terakhir kamu bayar uang kuliah,
bahkan doamu pun hanya diucapkan dengan lirih karena menghiba mengharap pertolongan Allah,
ternyata Tuhanmu sangat menyayangi kamu.
tangismu mungkin telah membuat Tuhanmu iba.
dan itu artinya, kamu adalah manusia yang beruntung.
kamu sering berdoa selesai habis shalatmu untuk dijauhkan dari berhutang.
walaupun uang didompetmu tinggal se-ceban, kamu yakinkan dirimu kalo pertolongan Allah akan segera datang tanpa perlu berhutang.
dan betul kan ? tiba2 saja uang proyek2mu yg macet itu tiba2 cair.
atau, ... ada saja nikmat lain yang kamu dapatkan, yang bisa menghapus kegalauan kamu.
maka karena itu kamu merasakan nikmat Allah yg begitu besar, dan kamu sujud tersungkur.
kamu... sungguh beruntung.
menurut catatanmu, ada beberapa doamu yang merasa belum diqobul.
walaupun kamu bukan akuntan, tapi soal itung2an begini kamu memang teliti.
hei ... bukankah nikmatmu sudah begitu banyak ?
kamu bisa nginternet 24jam nonstop, bisa beli dvd2 favorit kamu, bisa nyicil tagihan rumahmu, bahkan ada beberapa proyek lumayan besar di depan kamu...
lalu kenapa kamu terfokus memikirkan 1 atau 2 permintaan yang belum kesampaian?
apakah sudah kamu hitung berapa banyak dosa kamu ?
heh... evaluasilah dirimu..
doamu belum diqabul mungkin karena doamu melebihi periuk yg telah Allah siapkan untukmu.
atau mungkin, kamu belum cukup siap mendapat nikmat yg sebesar itu.
atau, Allah masih mempersiapkan dirimu, menggembleng sifat sabarmu, menyuruhmu untuk lebih tawakal dan takwa, supaya kamu pantas untuk sebuah anugrah sebesar itu.
hehe.. aku tahu maumu. yg itu kan ... ?
sekarang coba kamu lihat sekelilingmu..
apakah kamu lupa?
ketika perjalananmu keluar kota, bukankah kamu selalu memperhatikan orang2 desa yg bersahaja..
bahkan mandi, nyuci, dan buang hajat di kali yg sama ?
lalu lihat dirimu ?
bukankah kamu punya toilet yg berukuran 2x3 meter, dengan bak dan air yg selalu bersih, bahkan di dalamnya selalu harum ?
nikmat mana lagi yg mau kamu dustakan ?
jadi ...
sudahlah,...
bertobatlah... atas dosa2 yang pernah kamu lakukan.
ampunan Allah lebih luas daripada murkaNya.
rahmat Allah lebih luas dari siksaNya.
kalau kamu bertobat, niscaya Allah akan menyayangi kamu.
kalau kamu sudah mendapat kasih sayang Allah, ..
maka Allah tidak akan menyepelekan doa orang yang sabar.
bahkan Allah sudah tahu apa saja kebutuhan kamu, walaupun engkau malu memohonnya.
jadi, ... kamu itu ....
manusia yg sangat beruntung kan ?
padahal kamu tau, ibumu yang sudah tua itu [yg sangat kamu cintai] hanya mengandalkan uang pensiun yg jumlahnya tidak seberapa,
sudah tamat, kamu punya keahlian yg bisa ngasilin duit tanpa perlu ngemis kerjaan,
dan sekarang kamu bisa makan 3x sehari dengan sisa yg lebih untuk bisa beli baju ataupun pergi jalan2 untuk mengisi waktu penatmu.
kamu sungguh beruntung...
pernah kamu menangis berdoa merintih meminta belas kasih Tuhanmu karena bayaran uang kuliah kamu sudah hampir telat,
ternyata setelah berdoa, tiba2 saja ada orang yg memberimu sejumlah uang.
padahal gak ada orang yg tau kl besoknya adalah hari terakhir kamu bayar uang kuliah,
bahkan doamu pun hanya diucapkan dengan lirih karena menghiba mengharap pertolongan Allah,
ternyata Tuhanmu sangat menyayangi kamu.
tangismu mungkin telah membuat Tuhanmu iba.
dan itu artinya, kamu adalah manusia yang beruntung.
kamu sering berdoa selesai habis shalatmu untuk dijauhkan dari berhutang.
walaupun uang didompetmu tinggal se-ceban, kamu yakinkan dirimu kalo pertolongan Allah akan segera datang tanpa perlu berhutang.
dan betul kan ? tiba2 saja uang proyek2mu yg macet itu tiba2 cair.
atau, ... ada saja nikmat lain yang kamu dapatkan, yang bisa menghapus kegalauan kamu.
maka karena itu kamu merasakan nikmat Allah yg begitu besar, dan kamu sujud tersungkur.
kamu... sungguh beruntung.
menurut catatanmu, ada beberapa doamu yang merasa belum diqobul.
walaupun kamu bukan akuntan, tapi soal itung2an begini kamu memang teliti.
hei ... bukankah nikmatmu sudah begitu banyak ?
kamu bisa nginternet 24jam nonstop, bisa beli dvd2 favorit kamu, bisa nyicil tagihan rumahmu, bahkan ada beberapa proyek lumayan besar di depan kamu...
lalu kenapa kamu terfokus memikirkan 1 atau 2 permintaan yang belum kesampaian?
apakah sudah kamu hitung berapa banyak dosa kamu ?
heh... evaluasilah dirimu..
doamu belum diqabul mungkin karena doamu melebihi periuk yg telah Allah siapkan untukmu.
atau mungkin, kamu belum cukup siap mendapat nikmat yg sebesar itu.
atau, Allah masih mempersiapkan dirimu, menggembleng sifat sabarmu, menyuruhmu untuk lebih tawakal dan takwa, supaya kamu pantas untuk sebuah anugrah sebesar itu.
hehe.. aku tahu maumu. yg itu kan ... ?
sekarang coba kamu lihat sekelilingmu..
apakah kamu lupa?
ketika perjalananmu keluar kota, bukankah kamu selalu memperhatikan orang2 desa yg bersahaja..
bahkan mandi, nyuci, dan buang hajat di kali yg sama ?
lalu lihat dirimu ?
bukankah kamu punya toilet yg berukuran 2x3 meter, dengan bak dan air yg selalu bersih, bahkan di dalamnya selalu harum ?
nikmat mana lagi yg mau kamu dustakan ?
jadi ...
sudahlah,...
bertobatlah... atas dosa2 yang pernah kamu lakukan.
ampunan Allah lebih luas daripada murkaNya.
rahmat Allah lebih luas dari siksaNya.
kalau kamu bertobat, niscaya Allah akan menyayangi kamu.
kalau kamu sudah mendapat kasih sayang Allah, ..
maka Allah tidak akan menyepelekan doa orang yang sabar.
bahkan Allah sudah tahu apa saja kebutuhan kamu, walaupun engkau malu memohonnya.
jadi, ... kamu itu ....
manusia yg sangat beruntung kan ?
Subscribe to:
Posts (Atom)