na'udzubillah, bila kita diberikan pasangan yg buruk.
tapi apapun yg telah Allah tetapkan bagi manusia merupakan hakNya, pasti ada hikmah besar di dalamnya - tergantung bagaimana kita menyikapi. bila melihat istrinya firaun, aisyiah, kita bisa melihat kisah tsb sebagai sebuah pembuktian akan kekuatan iman. kisah istri nabi nuh dan istri nabi luth, juga sebagai ujian akan kenabian nabi nuh dan nabi luth.
sesungguhnya manusia adalah makhluk yg penuh dengan kesalahan dan kekhilafan. sungguh sebuah kelalaian kalau menyangka diri kita ini sebagai manusia yg baik, yaitu merasa aman dengan kondisi keimanan dan keislaman kita skr. dengan menyadari bahwa kita sebagai manusia yg lemah dan banyak salah malah akan membuat kita selalu mawas diri dan memperbanyak tobat. apakah ada ruang bagi si dhaif untuk mempersangkakan dirinya sebagai manusia yg baik ?
tapi apabila "manusia baik" kita batasi dengan parameter definitive misalkan "manusia yg bukan pezina", tentunya klaim tesebut sah2 saja.
dan berharap kita dipasangkan dengan pasangan yg bukan pezina adalah sebuah kewajaran, sekaligus harapan tsb sebagai permohonan dan reward atas usaha yg sudah dilakukan untuk menjauhi perbuatan keji tsb.
ayat 26 surat an-nuur menjelaskan posisi aisyah atas fitnah dari orang2 munafik.
"perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)..."
ayat ini (mulai ayat 23 s.d 26) muncul dengan background kisah siti aisyah yg ketika itu mendapat fitnah (tuduhan berzina) dari orang2 munafik, sehingga Allah Menyucikannya dari tuduhan dengan 4 ayat tsb. dengan melihat asbabun nuzul, kata "keji" di ayat tsb cakupannya adalah zina. jadi apabila judul bahasan ini "yg baik akan mendapatkan pasangan yg baik?" dibatasi dalam konteks pezina untuk pezina, dan yg suci untuk yg suci, maka jawabannya adalah, "ya", kita gantungkan harapan kita tinggi2 supaya Allah memberikan pasangan yg suci bila kita memang terbebas dari perbuatan keji tsb.
apakah akhlak buruk lainnya diluar konteks zina berada dalam cakupan ayat tsb? kalau menurut hemat saya adalah tidak. saya berpendapat bahwa cakupannya terbatas hanya pada konteks zina saja. wallahu'alam.
kita merge apa yg sudah saya tulis di blog MP ini juga dari masukan/komentar yg sudah masuk.
pertama, bukan meragukan ayat 26 surat an-nuur, tapi saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai konteks ayat tsb.
dan ternyata dari asbabun nuzul, ayat tsb merupakan sebuah ketetapan hukum Allah atas posisi siti aisyah. dan kalaupun diperluas dalam konteks kapling -mengkapling jatah manusia dalam berpasangan, hanya akan terbatas pada "orang yg keji [zina] untuk pasangan yg keji [zina] - orang yg baik untuk pasangan yg baik" - bukan "orang yg baik" secara umum dan "yg buruk" secara umum.
adalah sah2 saja kalaupun kalimat "orang yg keji untuk pasangan yg keji [zina] - orang yg baik untuk pasangan yg baik" dimaknai sebagai sebuah motivasi agar untuk mendapatkan yg baik maka orang tsb harus menjadi orang yg baik pula.
kedua, Allah mengikuti prasangka makhlukNya, sesuai dengan hadits qudsi riwayat muslim "Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku (Allah) bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku".
menggantungkan harapan setinggi2nya untuk mendapatkan pasangan yg baik adalah suatu yg lumrah, bahkan tidak ada larangan bahkan bagi orang berlumur dosa sekalipun untuk berambisi untuk mendapatkan pasangan yg baik. bahkan ada bbrp cerita yg saya dengar, dimana seorang laki2 yg ingin menikahi seorang mantan psk. ada juga kisah wanita shaleh yg bersuamikan laki2 yg suka "jajan". dalam realita banyak sekali kejadian spt itu.
jadi, yg baik untuk yg baik dan yg buruk untuk berpasangan dengan yg buruk, bukanlah sebuah keniscayaan pada realitas keseharian.
bersikap roja (harap) dan khauf (takut) bagi orang yg belum pernah berzina adalah sebuah hal yg wajar ketika yg bersangkutan memohon pasangan yg "suci" juga. juga hal yg wajar apabila berharap agar Allah memberikan reward atas kesabarannya, dan takut karena khawatir apabila mendapat pasangan yg "kurang baik" akan mempengaruhi kestabilan keimanannya.
bukan bermaksud meragukan hadits qudsi tsb, tapi hanya mempersiapkan ruang untuk berhusnudzon thd apapun yg akan Allah berikan suatu saat kelak.
pengetahuan manusia sangatlah terbatas, kita tidak mengetahui hal2 ghaib yg berada jauh di luar jangkauan kita. rahasia2 tsb hanya menjadi milik Allah, yg tidak ketahui hikmahnya at the present time. berkaca dari kisah nabi musa bahwa Allah mempunyai rahasia atas setiap ketetapanNya. kejadian positif atau negatif yg menimpa pada manusia sebenarnya dalam koridor rahman dan rahimNya, ujian iman, dan atas pemberianNya tsb merupakan jalan agar manusia kemudian ingat dan kembali kepadaNya.
siapa tahu ketika kita dipasangkan dengan pasangan yg buruk justru hal tsb justru Allah berkehendak untuk menaikkan derajat keimanannya di sisi Allah apabila dia lulus dalam ujian tsb. sedangkan bila dipasangkan dengan pasangan yg sama2 baik malah justru menjadikannya lalai dan berleha2 sehingga lupa untuk mengkoreksi keimanannya.
dan dalam skema rahman dan rahimNya -lah semua itu diberikan pada orang2 tertentu sesuai dengan kapasitas dan ketahanan imannya.
berprasangka baik terhadap Allah bukan hanya harus dikedepankan ketika sebuah hal tsb belum terjadi, tapi juga ketika ternyata apa yang Allah berikan kemudian di luar ekspektasi kita, yaitu ketika kita dikasih pasangan yg di luar harapan. karena pemberian Allah yg meleset dari eksepektasi, bisa jadi merupakan sarana yg Allah sediakan untuk mengupgrade level keimanan hambaNya.
ketiga , "Allah membuat istri nabi nuh dan istri nabi luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah ikatan pernikahan dengan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba kami. lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suami mereka, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada keduanya: ‘masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka’." (at-tahrim: 10)
kedua istri nabi tsb tidak dikisahkan sebagai pezina. mereka berdua seburuk2 pasangan karena melakukan pekhianatan thd suami mereka dalam perkara agama. jika kita sandingkan dengan ayat 23-26 an-nuur, maka dua konteks ayat tsb menjadi hal yg berbeda, karena yg satu dalam konteks pembangkangan dalam hal dien, dan yg lainnya dalam hal perbuatan keji (zina). dan kalimat "yg baik akan berpasangan dgn yg baik" sepertinya tidak berlaku dengan adanya kisah di surat at-tahrim tsb.
sebagaimana kita ketahui, zina adalah perbuatan yg harus dijauhi. di dalam al-furqan: 68-70, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shalih.
"dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat ..." (al-furqan: 68-70).
dan ternyata yg namanya orang itu bermacam2 posisinya thd hal ini. dari hasil googling, ternyata ada juga orang yg tidak menolak untuk menikah dengan pasangan yg diketahui sbg pernah melakukan zina. [silahkan baca ini dan ini]. bukan pada tempatnya dan tidak ada hak saya untuk berpendapat ttg hal ini, saya serahkan kepada masing2 orang untuk memilih.
dan hemat saya, mendapatkan pasangan yg pernah melakukan zina tidaklah lebih merugikan dibandingan dengan seorang pasangan pembangkang [dalam term dien], karena keduanya mempunyai ancaman azab yg sama hebatnya apabila tidak ditobati. [seorang yg pernah melakukan dosa zina masih mempunyai peluang meraih syurga. baca ini].
berharap pasangan terbaik
beberapa waktu yg lalu, ketika berdoa selesai shalat, saya selalu memohon agar diberikan pasangan yg terbaik. terbaik di sini dalam pandangan saya pribadi berdasarkan penilaian thd diri sendiri. tapi kemudian saya merubah doa tsb karena menyadari bahwa apa yg menurut prasangka manusia adalah jelek, bisa jadi menurut Allah adalah yg terbaik, vice versa. maka dari itu, permohonannya diganti dengan memohon "agar dikasih pasangan yg terbaik menurut Engkau".
karena bukankah yg terpenting adalah barokah dan ridhlo Allah di dalam setiap gerak langkah kita di setiap saat, dan setiap pemberian yg Allah kasih disikapi dengan syukur dan prasangka yg baik?
kalau saya ditanya tentang harapan dipasangkan dengan seorang yg seperti apa, tentu saja dengan sikap roja dan khauf, saya sangat mengharapkan pasangan yg baik dan suci bahkan belum sekalipun berpacaran. karena sebuah kecenderungan yg wajar apabila berharap sesuatu yg sepadan bahkan lebih tinggi dari levelnya.
[just a cheap talks ... : manusia, kan, gak mau rugi ..:d]
dan tentu saja tidak berhenti sebatas harapan, tapi juga mengharuskan kita memperhatikan proses dan kriteria apa yg kita tetapkan dalam memilih pasangan kita, seperti yg telah ditulis di entri sebelumnya.
tapi sebuah ruang juga disisakan apabila harapan tsb malah terjadi diluar harapan. ruang tsb disediakan, berangkat dari kesadaran bahwa apa yg menurut manusia buruk justru adalah baik di sisi Allah. dan agar saya bisa berprasangka baik terhadap setiap pemberianNya ketika ekspektasi malah meleset dari kenyataan.
sebuah pesan bagi siapapun yg mempunyai masa lalu yg sedikit suram,
... tetaplah berharap mendapatkan pasangan yg baik yg bisa membimbing ke arah yg lebih baik.
jangan berputus harapan dari rahmat Allah, dan bahwa ampunan Allah lebih luas daripada murkaNya. Allah akan menutup aib seorang manusia selama manusia tsb menjaga aib itu dari orang sekitarnya. dan bahkan ada hadits yg menyebutkan "dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat." selanjutnya silahkan baca ini.
saya pernah membaca sebuah curhat di kolom konsultasi keluarga. seorang wanita yg resah krn ada aib masa lalu yg selalu ditutupi thd suaminya. si wanita merasa berdosa krn aib tsb terus ditutupinya, dan dia akan bermaksud untuk membuka aib tsb kepada suaminya.
sesungguhnya itu adalah perbuatan bodoh kalau benar hal tsb jadi dilakukan [membuka aib masa lalunya thd suami]. padahal Allah saja sudah menutupi aib wanita tsb ketika dia tidak membuka aibnya thd orang lain.
berharap yg lebih baik bukanlah sebuah dosa, bukan ? gantungkan harapan setinggi langit, dan sisakan ruang untuk berprasangka baik terhadap setiap pemberian Allah. dan yg baik pada hari ini belum tentu akan selamanya baik, yg jelek akhlak pada hari ini bisa jadi akan meraih ridlho diakhir nanti. berusahalah menjadi orang baik, jauhi perbuatan keji dan senantiasa kita mohonkan bimbingan dan ampunan dari Allah dalam setiap perjalanan hidup kita.
wallahu'alam bishawab
mohon koreksi apabila ada kekurangan dan kesalahan
Thursday, January 17, 2008
Monday, January 14, 2008
merenung: sudah tiba saatnya
longsor di situbondo, banjir di bojonegoro, banjir di sumut, banjir di riau, banjir di jateng, banjir di palembang, banjir di ntt, bahkan bandungpun sekarang kebagian banjir. kalau jakarta memang sudah rutin.
dan permukaan lautpun naik sesenti demi sesenti akibat pemanasan global.
bencana sepertinya menjadi berita akrab beberapa tahun kebelakang ini.
sudah seharusnya cobaan yg datang bertubi2 ini membuat kita merenung.. apa kesalahan kita yg membuat alam seolah marah ?
sudah tidak becuskah kita menjadi khalifah di bumi Allah ini ?
coba kita lihat bagaimana kelakuan kita selama ini.
pohon2 pengikat bukit ditebang habis seolah menantang diturunkannya azab Allah berupa tanah longsor.
kali dan sungai menjadi tempat pembuangan akhir (tpa), menjadikannya dangkal. maka tidak heran bila musim hujan seolah mengharap banjir. pernah lihat kasur atau kursi yg dibuang ke sungai ? hmmm itulah kelakuan sebagian kita.. begitu egois, dan sekaligus tolol!
kita juga paling senang mengkonsumsi plastik - sampah anorganik yg emoh dihancurkan oleh makhluk pengurai. lihat kelakuan sebagian kita kalau keluar dari supermarket.. gak cukup dengan sebuah kantong plastik besar, tiap belanjaan dipisah-pisah dengan plastiknya sendiri2..
bahkan, bukankah lebih baik kita mulai untuk mengurangi konsumsi plastik dan menggantinya dengan kantong kertas ?
dan sebagian kitapun menjadi manusia2 kufur..
ketika kemarau, kita mengeluh karena sawah, ladang dan air sumur menjadi kering..
membuat ibu2 rumahtangga mengantri untuk membeli air minum dan untuk keperluan rumahtangga lainnya.
kita juga jadi gampang berkeringat karena udara panasnya, bikin badan menjadi bau karena mengharuskan rutin untuk mandi sedangkan air susah didapat.
menyalahkan alam, menyalahkan tukang ac karena air conditonernya sering macet, hingga menyalahkan tuhan karena terjadi pergeseran musim.
sedangkan ketika musim hujan, kita pun sering mengeluh karena cucian gak kering2, seharian nongkrong di kantor karena di luar ujan lebat, banjirpun dimana2, longsor juga, sawah2 juga terendam air...
dan kembali kita mengeluh, merutuk dan mengutuk..
itulah sebagian sikap kita yg kufur terhadap pemberian Allah.
kita harus berhenti sebentar, kasih kesempatan buat hati dan akal untuk merenung..
periksa lagi kelakuan kita selama ini,
kita terlalu banyak mengeluh...
tapi kesalahan demi kesalahan masih juga dilakukan di dalam kesadaran kita..
cobaan dari Allah sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang supaya kita kembali mengingatNya.
mengingatkan kita pada janji untuk mengurus bumi ini dengan sebaik2nya.
lalu berpikir, ... sudah saatnya kita memiliki pemimpin adil, amanah, cerdas dan tegas.
yg bisa membimbing rakyatnya menjadi manusia2 yg pantas menyandang khalifah di muka bumi.
bukannya memilih pemimpin yg membiarkan korupsi merajalela, mengencingi hukum dengan tipu daya fulus, mengejar kekayaan dari hasil proyek2 siluman yg menguras uang rakyat, dan menguras sumberdaya alam tanpa berpikir akibat negatifnya buat generasi esok.
masa depan bumi yg akan kita wariskan buat generasi ke depan harus mulai dipikirkan saat ini juga.
dan 2009, tinggal setahun di depan.
sudah cukup waktu kita untuk bisa berpikir dewasa dalam menentukan hak politik.
dan sudah cukup cobaan demi cobaan datang menimpa yg mengharuskan kita untuk mengurus bumi ini dgn lebih baik.
dan permukaan lautpun naik sesenti demi sesenti akibat pemanasan global.
bencana sepertinya menjadi berita akrab beberapa tahun kebelakang ini.
sudah seharusnya cobaan yg datang bertubi2 ini membuat kita merenung.. apa kesalahan kita yg membuat alam seolah marah ?
sudah tidak becuskah kita menjadi khalifah di bumi Allah ini ?
coba kita lihat bagaimana kelakuan kita selama ini.
pohon2 pengikat bukit ditebang habis seolah menantang diturunkannya azab Allah berupa tanah longsor.
kali dan sungai menjadi tempat pembuangan akhir (tpa), menjadikannya dangkal. maka tidak heran bila musim hujan seolah mengharap banjir. pernah lihat kasur atau kursi yg dibuang ke sungai ? hmmm itulah kelakuan sebagian kita.. begitu egois, dan sekaligus tolol!
kita juga paling senang mengkonsumsi plastik - sampah anorganik yg emoh dihancurkan oleh makhluk pengurai. lihat kelakuan sebagian kita kalau keluar dari supermarket.. gak cukup dengan sebuah kantong plastik besar, tiap belanjaan dipisah-pisah dengan plastiknya sendiri2..
bahkan, bukankah lebih baik kita mulai untuk mengurangi konsumsi plastik dan menggantinya dengan kantong kertas ?
dan sebagian kitapun menjadi manusia2 kufur..
ketika kemarau, kita mengeluh karena sawah, ladang dan air sumur menjadi kering..
membuat ibu2 rumahtangga mengantri untuk membeli air minum dan untuk keperluan rumahtangga lainnya.
kita juga jadi gampang berkeringat karena udara panasnya, bikin badan menjadi bau karena mengharuskan rutin untuk mandi sedangkan air susah didapat.
menyalahkan alam, menyalahkan tukang ac karena air conditonernya sering macet, hingga menyalahkan tuhan karena terjadi pergeseran musim.
sedangkan ketika musim hujan, kita pun sering mengeluh karena cucian gak kering2, seharian nongkrong di kantor karena di luar ujan lebat, banjirpun dimana2, longsor juga, sawah2 juga terendam air...
dan kembali kita mengeluh, merutuk dan mengutuk..
itulah sebagian sikap kita yg kufur terhadap pemberian Allah.
kita harus berhenti sebentar, kasih kesempatan buat hati dan akal untuk merenung..
periksa lagi kelakuan kita selama ini,
kita terlalu banyak mengeluh...
tapi kesalahan demi kesalahan masih juga dilakukan di dalam kesadaran kita..
cobaan dari Allah sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang supaya kita kembali mengingatNya.
mengingatkan kita pada janji untuk mengurus bumi ini dengan sebaik2nya.
lalu berpikir, ... sudah saatnya kita memiliki pemimpin adil, amanah, cerdas dan tegas.
yg bisa membimbing rakyatnya menjadi manusia2 yg pantas menyandang khalifah di muka bumi.
bukannya memilih pemimpin yg membiarkan korupsi merajalela, mengencingi hukum dengan tipu daya fulus, mengejar kekayaan dari hasil proyek2 siluman yg menguras uang rakyat, dan menguras sumberdaya alam tanpa berpikir akibat negatifnya buat generasi esok.
masa depan bumi yg akan kita wariskan buat generasi ke depan harus mulai dipikirkan saat ini juga.
dan 2009, tinggal setahun di depan.
sudah cukup waktu kita untuk bisa berpikir dewasa dalam menentukan hak politik.
dan sudah cukup cobaan demi cobaan datang menimpa yg mengharuskan kita untuk mengurus bumi ini dgn lebih baik.
Thursday, January 10, 2008
Coffee Aroma: the real taste of the real coffee

The founder of "Koffie Fabriek Aroma" at 78 years ago is Tan Houw Sian. Before he started the bussiness in 1930, he had worked for a Dutch coffee producer. In that decades, coffee bussiness competitions was centered on South American countries, Britain and Holland. And the Dutchman had massive plantations in Indonesia.
Nowadays, Kopi Aroma (coffee aroma) bussiness is running by Widya Pratama, the only son of Tan Houw Sian, since he at 23. Widya produces coffee just the way his father did, supervises every pack of the coffee and regulary inspect the coffee plantations in a number of different parts of the country (with total of 45 hectares in acre).
The beans store at the barn for between two and eight years, it aims to lower acidity of the beans, and the ammount of caffeine. The low acid levels in the long-maturing coffee make the coffee to reduce the risks of somebody who have trouble with stomach.
What make this coffee fabric special is they still use traditional method of processing coffee bean, from the raw one until ready to serve. Widya is also very friendly, and he will gladly take you to a tour to his coffee warehouse, while explaning the whole process of processing the coffee bean.

Inside his mini shop, you will also find several coffee grinding machine, the oldest one was dated 1900. Those machines are well maintained, still working and free from dust. The grinder was made by American Hobart, although there is also a German model produced as recently as 1930. The roasters were made in 1936, it fueled by rubber wood from old non-productive trees.
The coffee roasted for two hours to full perfection, without any additive or chemicals.
Source : http://www.visitbandung.net
orang baik akan mendapatkan orang baik pula ?
oooOOOOoooo
tergelitik ketika baca sebuah judul artikel di multiply beberapa hari lalu, "orang baik akan mendapatkan orang baik pula"
kita lihat di surat an-nur 26:
"perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)..."
apakah ayat 26 surat an-nur merupakan sebuah keniscayaan bahwa perempuan yg baik "otomatis" akan berpasangan laki-laki yg baik, vise versa ?
kalau kita baca kisah2 nabi juga orang2 shaleh jaman dahulu, memang tidaklah separarel itu. tidak seideal itu, bahwa yg baik akan berpasangan dgn yg baik.
kita lihat lebih dulu kisah nabi nuh dgn istrinya (wafilah), dan nabi luth
"Allah membuat istri nabi nuh dan istri nabi luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah ikatan pernikahan dengan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba kami. lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suami mereka, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada keduanya: ‘masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka’." (at-tahrim: 10)
nabi nuh
nabi nuh merupakan keturunan kesembilan dari nabi adam dan ketiga dari nabi idris ayahnya bernama lamik bin metusyalih bin idris. nabi nuh
hidup selama 950 tahun. ia mempunyai istri bernama wafilah dan empat orang putra, yaitu syam, khan, yafits, dan kan'an.
nabi nuh termasuk salah satu rasul dalam kelompok ulul azmi (orang yang mempunyai kemauan yang kuat dan teguh), karena kesabarannya dalam menghadapi kaumnya.
ia berdakwah selama 5 abad dan menghadapi kaumnya dengan sabar dan bijaksana. siang dan malam, ia terus berusaha mengajak mereka kembali beribadah kepada Allah swt. disebutkan oleh ibnu abbas bahwa istri nabi nuh berkata kepada orang-orang: "nuh itu gila". bila ada seseorang yang beriman kepada nabi nuh, ia pun mengabarkannya kepada kaumnya yang dzalim lagi melampaui batas. ketika datang azab berupa banjir, istrinya serta seorang anaknya, kan'an, tewas tenggelam karena menolak untuk mengikuti nabi nuh.
nabi luth
nabi luth adalah kemenakan nabi ibrahim. ia mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh pamannya.
ia menemani ibrahim melakukan hijrah serta membuka usaha peternakan. setelah meraih kesuksesan dan kekayaan, mereka membagi usaha peternakannya. nabi ibrahim berusaha di sebelah barat palestina, sedangkan luth tinggal di sebelah timur palestina, dekat kota sodom. ke kota inilah luth diutus oleh Allah untuk meluruskan kaumnya yang bejat karena berhubungan badan sesama jenis kelamin. karena tidak mengindahkan peringatan Luth, kaumnya ditimpa bencana yang pedih. keluarganya selamat dari hukuman Allah, kecuali istrinya walihah yang ingkar.
setelah bertemu dengan nabi ibrahim untuk mengabarkan kelahiran nabi ishaq serta azab yang akan menimpa penduduk sodom. para malaikat segera menuju sodom. sosok para malaikat itu menyerupai pria remaja tampan. di sodom mereka meminta izin kepada putri luth untuk bertamu di rumahnya.
luth dan keluarganya menerima dengan cemas kedatangan mereka. penduduk sodom mengetahui kehadiran mereka dan berusaha merebut mereka dari tangan luth (ingin merebu dari tangan luth karena tertarik dengan ketampanan para tamu tsb).
melihat luth cemas dan takut, para tamu itu mengaku bahwa mereka adalah malaikat
lalu mereka meminta luth, keluarga, dan para pengikutnya segera meninggalkan sodom, karena Allah akan menurunkan azab bagi kaumnya.
istri luth, walihah, berkomplot dengan penduduk yang ingkar terhadap dakwah nabi luth. ia membocorkan kedatangan tamu luth kepada penduduk sodom. ketika azab Allah akan turun menimpa desa sodom, walihah diajak luth untuk menyelamatkan diri, tetapi hati walihah terlalu sayang kepada penduduk sodom. maka walihah pun ikut tertimpa azab Allah.
Allah menakdirkan istri kedua nabi yang mulia ini justru tidak menerima dakwah suami mereka. padahal keduanya adalah teman kala siang dan malam, yang mendampingi ketika makan dan tidur, selalu menyertai dan menemani. kedua istri ini mengkhianati suami mereka dalam perkara agama, karena keduanya beragama dengan selain agama yang diserukan oleh suami mereka. keduanya enggan menerima ajakan kepada keimanan bahkan tidak membenarkan risalah yang dibawa suami mereka.
dilain pihak, ada juga istri yg shalehah tapi berpasangan dengan suami yg fasik. salah satunya adalah siti asiyah binti mazahim, istri fir'aun. walau berada dalam cengkraman fir'aun, asiyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang muslimah. asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan fir'aun. Allah mengabadikan doanya, dan Allah menjadikan perempuan fir'aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdoa, ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari fir'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim (at tahriim [66]: 11).
kita lihat di an-nur ayat 3 tertulis bahwa:
"laki-laki yang berzina tidak (pantas) mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak pantas dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau 1aki-laki musyrik"
yg mana di ayat ini lebih tegas mengandung "unsur perintah" untuk mencari pasangan yg sepadan. sehingga ayat 26 bisa dimengerti sebagai sebuah motivasi atau anjuran, dan bukan sebagai keniscayaan bahwa yg baik "otomatis" akan mendapatkan pasangan yg baik. hal ini tentunya membutuhkan sebuah ikhtiar dan juga proses seleksi. seleksi tsb menurut anjuran rasulullah ada 4 (fisik, pertimbangan materi, keturunan, dan agama). dengan kriteria agama sebagai faktor utamanya.
dan rasulullah-pun memberi motivasi untuk menjadikan agama sebagai pertimbangan yg utama :
"apabila datang lelaki shalih meminang seorang perempuan untuk menjadikannya sebagai istri, kemudian ditolak oleh perempuan itu, maka tunggulah fitnah (cobaan) yang besar akan datang menimpanya"
dan tentunya juga bagi seorang laki-laki mukmin, tidaklah pantas memilih perempuan yg tidak baik kualitas iman-islamnya ketika ada perempuan lain yg lebih baik keimanannya. hal tsb menggarisbawahi keharusan berikhtiar dan melakukan seleksi berdasarkan kriteria yg shahih.
kembali ke judul artikel yg bbrp hari ada di multiply, "orang baik akan mendapatkan orang baik pula", ...
hmmm .. sebaiknya berikhtiar, dibarengi harap dan doa agar dapetin pasangan yg baik.
wallahu'alam bishawab
mohon dikoreksi apabila ada salah.
tergelitik ketika baca sebuah judul artikel di multiply beberapa hari lalu, "orang baik akan mendapatkan orang baik pula"
kita lihat di surat an-nur 26:
"perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)..."
apakah ayat 26 surat an-nur merupakan sebuah keniscayaan bahwa perempuan yg baik "otomatis" akan berpasangan laki-laki yg baik, vise versa ?
kalau kita baca kisah2 nabi juga orang2 shaleh jaman dahulu, memang tidaklah separarel itu. tidak seideal itu, bahwa yg baik akan berpasangan dgn yg baik.
kita lihat lebih dulu kisah nabi nuh dgn istrinya (wafilah), dan nabi luth
"Allah membuat istri nabi nuh dan istri nabi luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah ikatan pernikahan dengan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba kami. lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suami mereka, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada keduanya: ‘masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka’." (at-tahrim: 10)
nabi nuh
nabi nuh merupakan keturunan kesembilan dari nabi adam dan ketiga dari nabi idris ayahnya bernama lamik bin metusyalih bin idris. nabi nuh
hidup selama 950 tahun. ia mempunyai istri bernama wafilah dan empat orang putra, yaitu syam, khan, yafits, dan kan'an.
nabi nuh termasuk salah satu rasul dalam kelompok ulul azmi (orang yang mempunyai kemauan yang kuat dan teguh), karena kesabarannya dalam menghadapi kaumnya.
ia berdakwah selama 5 abad dan menghadapi kaumnya dengan sabar dan bijaksana. siang dan malam, ia terus berusaha mengajak mereka kembali beribadah kepada Allah swt. disebutkan oleh ibnu abbas bahwa istri nabi nuh berkata kepada orang-orang: "nuh itu gila". bila ada seseorang yang beriman kepada nabi nuh, ia pun mengabarkannya kepada kaumnya yang dzalim lagi melampaui batas. ketika datang azab berupa banjir, istrinya serta seorang anaknya, kan'an, tewas tenggelam karena menolak untuk mengikuti nabi nuh.
nabi luth
nabi luth adalah kemenakan nabi ibrahim. ia mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh pamannya.
ia menemani ibrahim melakukan hijrah serta membuka usaha peternakan. setelah meraih kesuksesan dan kekayaan, mereka membagi usaha peternakannya. nabi ibrahim berusaha di sebelah barat palestina, sedangkan luth tinggal di sebelah timur palestina, dekat kota sodom. ke kota inilah luth diutus oleh Allah untuk meluruskan kaumnya yang bejat karena berhubungan badan sesama jenis kelamin. karena tidak mengindahkan peringatan Luth, kaumnya ditimpa bencana yang pedih. keluarganya selamat dari hukuman Allah, kecuali istrinya walihah yang ingkar.
setelah bertemu dengan nabi ibrahim untuk mengabarkan kelahiran nabi ishaq serta azab yang akan menimpa penduduk sodom. para malaikat segera menuju sodom. sosok para malaikat itu menyerupai pria remaja tampan. di sodom mereka meminta izin kepada putri luth untuk bertamu di rumahnya.
luth dan keluarganya menerima dengan cemas kedatangan mereka. penduduk sodom mengetahui kehadiran mereka dan berusaha merebut mereka dari tangan luth (ingin merebu dari tangan luth karena tertarik dengan ketampanan para tamu tsb).
melihat luth cemas dan takut, para tamu itu mengaku bahwa mereka adalah malaikat
lalu mereka meminta luth, keluarga, dan para pengikutnya segera meninggalkan sodom, karena Allah akan menurunkan azab bagi kaumnya.
istri luth, walihah, berkomplot dengan penduduk yang ingkar terhadap dakwah nabi luth. ia membocorkan kedatangan tamu luth kepada penduduk sodom. ketika azab Allah akan turun menimpa desa sodom, walihah diajak luth untuk menyelamatkan diri, tetapi hati walihah terlalu sayang kepada penduduk sodom. maka walihah pun ikut tertimpa azab Allah.
Allah menakdirkan istri kedua nabi yang mulia ini justru tidak menerima dakwah suami mereka. padahal keduanya adalah teman kala siang dan malam, yang mendampingi ketika makan dan tidur, selalu menyertai dan menemani. kedua istri ini mengkhianati suami mereka dalam perkara agama, karena keduanya beragama dengan selain agama yang diserukan oleh suami mereka. keduanya enggan menerima ajakan kepada keimanan bahkan tidak membenarkan risalah yang dibawa suami mereka.
dilain pihak, ada juga istri yg shalehah tapi berpasangan dengan suami yg fasik. salah satunya adalah siti asiyah binti mazahim, istri fir'aun. walau berada dalam cengkraman fir'aun, asiyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang muslimah. asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan fir'aun. Allah mengabadikan doanya, dan Allah menjadikan perempuan fir'aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdoa, ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari fir'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim (at tahriim [66]: 11).
kita lihat di an-nur ayat 3 tertulis bahwa:
"laki-laki yang berzina tidak (pantas) mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak pantas dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau 1aki-laki musyrik"
yg mana di ayat ini lebih tegas mengandung "unsur perintah" untuk mencari pasangan yg sepadan. sehingga ayat 26 bisa dimengerti sebagai sebuah motivasi atau anjuran, dan bukan sebagai keniscayaan bahwa yg baik "otomatis" akan mendapatkan pasangan yg baik. hal ini tentunya membutuhkan sebuah ikhtiar dan juga proses seleksi. seleksi tsb menurut anjuran rasulullah ada 4 (fisik, pertimbangan materi, keturunan, dan agama). dengan kriteria agama sebagai faktor utamanya.
dan rasulullah-pun memberi motivasi untuk menjadikan agama sebagai pertimbangan yg utama :
"apabila datang lelaki shalih meminang seorang perempuan untuk menjadikannya sebagai istri, kemudian ditolak oleh perempuan itu, maka tunggulah fitnah (cobaan) yang besar akan datang menimpanya"
dan tentunya juga bagi seorang laki-laki mukmin, tidaklah pantas memilih perempuan yg tidak baik kualitas iman-islamnya ketika ada perempuan lain yg lebih baik keimanannya. hal tsb menggarisbawahi keharusan berikhtiar dan melakukan seleksi berdasarkan kriteria yg shahih.
kembali ke judul artikel yg bbrp hari ada di multiply, "orang baik akan mendapatkan orang baik pula", ...
hmmm .. sebaiknya berikhtiar, dibarengi harap dan doa agar dapetin pasangan yg baik.
wallahu'alam bishawab
mohon dikoreksi apabila ada salah.
Subscribe to:
Posts (Atom)