ada yg tau mie kocok? mie kocok hampir sama dengan mie bakso, tapi baksonya diganti dengan kikil sapi. dominan cuka dan pasti ada tauge.
bukan makanan yg mau diceritain di sini, tapi soal mas karyo yg seorang pedagang mie kocok. dia tinggal di erwe sebelah.
mas karyo sudah lama saya kenal, mungkin lebih dari 15 thn yg lalu. dia ramah, suka bercanda, dan aseli lucu. sambil mendorong roda dagangannya, pinggulnya yg berisi (orangnya sedikit tambun) kadang suka goyang-goyang kayak penyanyi dangdut. sengaja supaya orang yg melihat jadi ketawa. dan memang, yg ngeliat gaya mas karyo ini sering jadi cengar-cengir krn geli ...:))
... bisa ada bayangan, kan, sosok mas karyo seperti apa? supaya sambil ngebayang2in, giituh, saat baca cerita di bawah ...:hehehe
mungkin sudah 6 bulan lebih gak kelihatan, dan baru sekitar 3 minggu lalu kembali nongol sewaktu mau shalat maghrib berjamaah. kalau shalat maghrib dan isya, mas karyo memang sering shalat di masjid deket rumah. mas karyo mungkin lebih betah shalat di masjid sini, dibanding dgn masjid di deket rumahnya. mangkanya jadi sering ketemu.
assalamu'alaikum kemana aja nih mas ?
dengan suara yg berat-berisi dan logat jawanya yg medok, dia jawab dengan ramah...
wa'alaikumsalam, iya nih pulang kampung. nengok keluarga dulu di jawa.
ooh gitu... koq gak dibawa ke bandung?
iyaa.. soalnya saya juga punya sawah di sana yg musti diurus..
weleh.. hebat si mas, sudah punya sawah sekarang. berapa luas ?
yaah lumayan lah.. gimana ibu dan keluarga di rumah, sehat-sehat ?
alhamdulillah, jawab saya. semua baik-baik saja.
sudah nikah sekarang ..?
ehm .. sudah qomat mas, ayo masuk ... :ngeles[dot]com
itu sedikit obrolan menjelang kami shalat maghrib.
mas karyo ini biasanya setelah habis shalat magrib, trus dzikir yg lumayan lama hingga jelang isya tiba. dan setiap waktu selalu begitu, sehingga kl pas waktu maghrib ada di masjid, bisa dipastikan shalat isya juga masih ada di sana.
mas karyo yg bersahaja, yg gak lelah berjualan mie kocok dengan rute keliling jualannya yg lumayan jauh. saya pernah ketemu dia di jalan citarum.. lumayan jauh kl jalan kaki. yang berhasil menabung dari hasil berjualannya untuk dibelikan sawah. namun tetap istiqamah.
yg mampu mengalokasikan waktu 1.5 jam selama maghrib-isya, khusus untuk berdialog dengan pemilik segenap makhluk.
gak ada bedanya mas karyo dulu dengan sekarang, walaupun sekarang sudah dikasih amanat lebih yaitu limpahan rejeki oleh Allah, tapi aktifitas ibadahnya tidak jadi surut. harta mungkin bukanlah priorotas utama dalam hidupnya, yang diutamakan adalah keikhlasannya dalam berusaha semata untuk mencari ridha Allah.
sebuah potret manusia yg layak menjadi teladan.
berbeda dengan tsa'labah, seperti ceritanya yg sering kita dengar.
walaupun cerita tsa'labah ini mengundang kontroversi mengenai ke-valid-an ceritanya, tapi potret mengenai "sosok seperti tsa'labah" adalah potret yang memang bisa terjadi pada kita.
sedikit cerita tentang "tsa'labah"...
tsa'labah sering digambarkan di dalam cerita merupakan seorang yg kufur terhadap nikmat yang sudah Allah kasih.
tsa'labah sering kali setelah shalat berjamaah, langsung pulang ke rumah tanpa ikut berdoa bersama Rasulullah. karena Rasulullah heran dengan tingkah tsa'labah tsb, maka Rasul bertanya kenapa sebab dia demikian. lalu tsa'labah bilang bahwa dia begitu adalah demi untuk bertukar kain dengan istrinya yg hendak shalat juga.
karena iba maka Rasulullah kemudian mendoakan limpahan rizki buat keluarga tsa'labah.
hari demi hari berlalu, ternyata kambing punya tsa'alabah berbiak dengan banyak, maka mulai-lah dia repot dengan urusan ternaknya hingga mulai dari telat shalat berjamaah, lalu absen berjamaah, telat shalat jum'at, lalu absen shalat jum'at, sampe enggan mengeluarkan zakat. "cerita tsa'labah" tersebut adalah sebuah potret manusia yg kufur thd nikmat Allah.
dan bukan tidak mungkin diantara muslim memang ada yg seperti itu, yg ketika miskin begitu khusyu beribadah dan sangat semangat, tapi ketika Allah mengujinya dengan limpahan nikmat malah menjadi lalai.
kontroversi dari cerita tsb adalah, bahwa tsa'labah seorang yg ikut dalam perang badar. orang-orang yg ikut berperang dalam perang badar sudah mendapat jaminan Allah untuk masuk syurga. lalu kenapa bisa ada cerita spt itu ?
hmmm.. ini masalah politik. tapi saya gak mau bicarakan ini di sini. yg jelas cerita tsa'labah ini jangan kita ikut kita sebar-luaskan. anggap saja nama "tsa'labah" adalah pseudonym, dan hanya merupakan sebuah simbol dari manusia kufur, tapi bukan tsa'labah yg ikut berjuang bersama Rasulullah dalam perang badar.
mas karyo bukanlah "si tsa'labah", dia tetap manusia istiqamah walaupun pundi-pundi hartanya sudah bertambah.
tetap bekerja keras keliling kampung hingga mengekspornya ke lintas kecamatan untuk berjualan mie kocok yg menjadi sumber nafkahnya. walaupun hidupnya keras harus berjualan dari siang sampai malam hari, tapi rasa syukurnya bisa terpancar dari kesungguhan untuk beribadah dengan tekun.
kita yg hidup berkecukupan apakah mampu juga seperti mas karyo ?
*cerita tentang tsa'labah bisa dibaca di sini
Tuesday, June 3, 2008
Sunday, June 1, 2008
catatan kemarin: keadilan dan ikhlash
jarak antara daerah uki dan tmii sepertinya gak terlalu jauh, apalagi kl dilihat di peta dan diambil garis lurus - rasanya sih deket.
krn itu saya putuskan untuk naik ojeg saja, selain krn penikmat terpaan angin [fanatikus motoris] juga bisa lebih murah dibanding taxi bluebird tarif baru bukan ? :heuheu
sebetulnya jalur dari uki ke tmii belum pernah dicoba, lokasi yg ditujupun sebenernya belum tau - pokoknya pintu 1 tmii. tapi krn menurut petunjuk peta hanya beberapa centi maka dgn sok yakin si tk ojeg langsung saya todong 15rebu perak.
awalnya nawar 25rebu, trus turun jadi 20rebu... krn merasa yakin jaraknya deket, maka dengan keteguhan dan semangat tawar-menawar ala ibu-ibu di pasar akhirnya si tk ojeg nyerah di angka 15rebu.
okee .. tarix jabrix ...
maka dimulailah perjalanan yg [saya kira] deket itu.
10 menit .. 15 menit ... e ehh jauh juga ternyata. untungnya masker dan kacamata item sudah dipake sejak 'nunggangi si jabrix', asep knalpot dan terpaan angin yg bisa membuat kering lensa kontak jadinya bisa diminimalisir.
di jalan jadi kepikiran, kl saya yg jadi tukang ojeg, dengan perjalanan yg spt ini ... mana mau ?
trus bbm juga baru2 sudah naik.
hmm.. gak bener nih, gak adil.
kalau dikira2 perjalanan ini memang cuma butuh kurang dari 1 liter bensin (saya biasa pake pertamax, tp kl gak salah tebak harga bensin adalah 6000/liter setelah bbm naik).
tapi karena pertimbangan awalnya jalur tsb adalah deket, maka 15rebu rasanya not worthed lagi [kl saya yg jadi tk ojegnya :d].
untungnya lokasi yg dituju gak begitu sulit, jadi langsung ketemu.
setelah sampe, perasaan ada sebuah ketidakadilan merasuk jauh merongrong hati.
ini bang, 15rebu ... gw tambahin deh ... nih 5rebu...
si jabrix senyum2, makasih ya .. katanya.
[di dalam hati saya bilang, mudah2an itu harga yg pantas, dan lu gak jadi ngedumel, bang.. ayoo semangat cari boncengan baru :heuheu].
hati dan ikhlash
hati harus selalu dipelihara agar bisa menjadi hakim di dalam setiap langkah hidup kita.
menentukan benar dan salah, adil atau tidak adil landasannya adalah hati nurani. karena hati nurani adalah fitrah yang Allah tanamkan dan menjadi bekal melalui kehidupan.
ada al quran yg menjadi guidance yg memelihara hati manusia agar tetap lurus, yg membersihkan hati dari koreng agar tidak menjadi karat.
tapi memelihara iklash jauh lebih berat dibanding memelihara adil - at least itulah yg saya rasakan.
kalau ongkos ojeg yg saya naiki adalah 50rebu, dgn tingkat minum bensin motor yg cuman kurang dari 1 liter. secara aturan muamalah adalah sah, karena kita sudah sepakat. harusnya saya bisa ikhlash - tapi untuk bisa iklash dalam kondisi tsb sepertinya agak sulit. kadang saya maki2 sendiri hati ini koq sampe terjadi ketidakikhlashan semodel itu.
itu-lah pe-er yg harus banyak2 dilatih. harus ber-iklash disaat akad sudah putus.
walaupun sebenarnya untuk urusan materi gak pernah menjadi beban pikiran, beberapa saatpun ganjalannya sudah bisa hilang. tapi untuk urusan lainnya selain materi, ternyata manusia lemah ini harus berjuang agar bisa ikhlash. tapi maksimal 3 hari, itupun sudah kelamaan... life's too short to worry ... karena kalau kita sadari, apa yg kita terima - apapun itu, merupakan sebuah fase di dalam kehidupan yg fana. dunia semata bukan tujuan kita toh?
krn itu saya putuskan untuk naik ojeg saja, selain krn penikmat terpaan angin [fanatikus motoris] juga bisa lebih murah dibanding taxi bluebird tarif baru bukan ? :heuheu
sebetulnya jalur dari uki ke tmii belum pernah dicoba, lokasi yg ditujupun sebenernya belum tau - pokoknya pintu 1 tmii. tapi krn menurut petunjuk peta hanya beberapa centi maka dgn sok yakin si tk ojeg langsung saya todong 15rebu perak.
awalnya nawar 25rebu, trus turun jadi 20rebu... krn merasa yakin jaraknya deket, maka dengan keteguhan dan semangat tawar-menawar ala ibu-ibu di pasar akhirnya si tk ojeg nyerah di angka 15rebu.
okee .. tarix jabrix ...
maka dimulailah perjalanan yg [saya kira] deket itu.
10 menit .. 15 menit ... e ehh jauh juga ternyata. untungnya masker dan kacamata item sudah dipake sejak 'nunggangi si jabrix', asep knalpot dan terpaan angin yg bisa membuat kering lensa kontak jadinya bisa diminimalisir.
di jalan jadi kepikiran, kl saya yg jadi tukang ojeg, dengan perjalanan yg spt ini ... mana mau ?
trus bbm juga baru2 sudah naik.
hmm.. gak bener nih, gak adil.
kalau dikira2 perjalanan ini memang cuma butuh kurang dari 1 liter bensin (saya biasa pake pertamax, tp kl gak salah tebak harga bensin adalah 6000/liter setelah bbm naik).
tapi karena pertimbangan awalnya jalur tsb adalah deket, maka 15rebu rasanya not worthed lagi [kl saya yg jadi tk ojegnya :d].
untungnya lokasi yg dituju gak begitu sulit, jadi langsung ketemu.
setelah sampe, perasaan ada sebuah ketidakadilan merasuk jauh merongrong hati.
ini bang, 15rebu ... gw tambahin deh ... nih 5rebu...
si jabrix senyum2, makasih ya .. katanya.
[di dalam hati saya bilang, mudah2an itu harga yg pantas, dan lu gak jadi ngedumel, bang.. ayoo semangat cari boncengan baru :heuheu].
hati dan ikhlash
hati harus selalu dipelihara agar bisa menjadi hakim di dalam setiap langkah hidup kita.
menentukan benar dan salah, adil atau tidak adil landasannya adalah hati nurani. karena hati nurani adalah fitrah yang Allah tanamkan dan menjadi bekal melalui kehidupan.
ada al quran yg menjadi guidance yg memelihara hati manusia agar tetap lurus, yg membersihkan hati dari koreng agar tidak menjadi karat.
tapi memelihara iklash jauh lebih berat dibanding memelihara adil - at least itulah yg saya rasakan.
kalau ongkos ojeg yg saya naiki adalah 50rebu, dgn tingkat minum bensin motor yg cuman kurang dari 1 liter. secara aturan muamalah adalah sah, karena kita sudah sepakat. harusnya saya bisa ikhlash - tapi untuk bisa iklash dalam kondisi tsb sepertinya agak sulit. kadang saya maki2 sendiri hati ini koq sampe terjadi ketidakikhlashan semodel itu.
itu-lah pe-er yg harus banyak2 dilatih. harus ber-iklash disaat akad sudah putus.
walaupun sebenarnya untuk urusan materi gak pernah menjadi beban pikiran, beberapa saatpun ganjalannya sudah bisa hilang. tapi untuk urusan lainnya selain materi, ternyata manusia lemah ini harus berjuang agar bisa ikhlash. tapi maksimal 3 hari, itupun sudah kelamaan... life's too short to worry ... karena kalau kita sadari, apa yg kita terima - apapun itu, merupakan sebuah fase di dalam kehidupan yg fana. dunia semata bukan tujuan kita toh?
catatan perjalanan: penganten baru [?]
siang itu selepas dari acara di jakarta, langsung saya meluncur ke kp. rambutan untuk naik bis jurusan ke bdg.
duduk di dekat jendela adalah tempat favorit dalam perjalanan. gak di bis atau kereta - selalu milih duduk di dekat jendela. pemandangan alam adalah pengusir rasa bosan sekaligus bisa menikmati kebesaran Allah atas semua ciptaanNya.
penumpang lain satu persatu naik - termasuk dua orang pengamen yg melihat ada lahan rejeki krn bis cukup penuh.
yg duduk tepat di depan kursi adalah sepasang laki dan perempuan berkerudung [yg laki gak berkerudung tentunya :d].
pasangan yg duduk di depan ini kira2 umurnya di atas 30 tahun.
si pengamen yg berdiri di dekat kursi mulai memetik gitarnya.. jrenggg..
tapi kemudian berbisik ke partnernya, apa yg dibilang gak jelas [harewos bojong adalah istilah yg tepat, gak tau istilahnya kl dlm b. indonesia]. si pengamen bisik2 sambil senyum2 nyengir setelah melihat pasangan yg duduk di kursi depan saya. yaa... rupanya perempuan yg di depan kursi sedang menyenderkan kepalanya ke pelukan si laki2 dan si laki2 kemudian mengecup dahi si perempuan.
what a perfect trip.. [sigh].
saya baru ngerti apa yg dibisikin oleh si pengamen setelah mulai bernyanyi..
ayat-ayat cinta euy ... lagunya rosa ...
jadi itu rupanya, si pengamen punya ide yg bagus supaya dapet tips yg lumayan dari para penumpang [terutama dari si pasangan yg di depan tentunya :d]
walaupun gak suka film ini [genre film yg mengeksploitasi kesedihan cuma bikin ngantuk], tapi krn lagu ini sering diputer di tv dan mall2 mangkanya jadi sedikit hafal.
ya ya ... romantis2an memang gak cuma bisa dinikmati orang2 borju di tepian opera house sydney ataupun duduk2 berduaan di restoran mahal dengan meja bercandle-light, di dalam bis sesak dan kursi yg sempit-pun acara romantis2an tetep bisa jalan.
karena saya lihat pasangannya sudah pantas untuk romantis2an, maka adegan tsb gak bikin hati jadi panas - mangkanya saya pikir .. cihuy .. penganten baru.
bikin panas kl terjadi pada pasangan yg masih muda, dan itu sering terlihat kalau lagi jalan2 di mall atau sedang menikmati sore sambil makan-minum di cafe.
panas, bukan karena iri tapi panas karena menyayangkan hal tersebut dilakukan oleh muda-mudi yg bukan muhrimnya.
mungkin sebagian perempuan bisa gampang hanyut dalam suasana kasih-sayang, dan laki-laki yg genit tahu betul memanfaatkan momen dan kelemahan perempuan tsb. dan melihat kondisi tsb bisa membuat sesak orang yg melihatnya [orang yg berpenyakit sesak nafas harus berhati menjaga matanya kl lagi di cafe/mall].
tapi sekali lagi, untungnya yg di depan kursi adalah pasangan yg sudah pantas untuk romantis2an, walaupun saya harus berpikir lusinan kali untuk unjuk-pamer kemesraan di tempat publik . ntoh ..dengan pasangan yg sah.
dan gak urung, suasana di bis spt itu membuat perjalanan jadi membosankan, ditambah macet di seputar terminal sehingga membuat kantung mata jadi berat... ngantuk.
3 jam perjalanan, mata baru terbuka. pasangan yg di depan masih tetap dengan posisinya semula, berpelukan ala film2 india. puji syukur, Allah sudah memberikan rasa kantuk. dan beruntung sekali ketika terbangun pemandangan kebun teh di sebelah kanan jalan begitu indah. mata bertasbih dengan melihat kebesaran ciptaanNya lebih menyenangkan dibanding melihat adegan di depan, kan?
mudah2an pasangan yg di depan bisa awet sampe tua. dan mudah2an memang pasangan yg sah. tapi adegan tsb highly not recommended buat yg masih penjajagan. highly risked bisa ditumpangi setan [emh.. setannya malah sedang beraksi].
duduk di dekat jendela adalah tempat favorit dalam perjalanan. gak di bis atau kereta - selalu milih duduk di dekat jendela. pemandangan alam adalah pengusir rasa bosan sekaligus bisa menikmati kebesaran Allah atas semua ciptaanNya.
penumpang lain satu persatu naik - termasuk dua orang pengamen yg melihat ada lahan rejeki krn bis cukup penuh.
yg duduk tepat di depan kursi adalah sepasang laki dan perempuan berkerudung [yg laki gak berkerudung tentunya :d].
pasangan yg duduk di depan ini kira2 umurnya di atas 30 tahun.
si pengamen yg berdiri di dekat kursi mulai memetik gitarnya.. jrenggg..
tapi kemudian berbisik ke partnernya, apa yg dibilang gak jelas [harewos bojong adalah istilah yg tepat, gak tau istilahnya kl dlm b. indonesia]. si pengamen bisik2 sambil senyum2 nyengir setelah melihat pasangan yg duduk di kursi depan saya. yaa... rupanya perempuan yg di depan kursi sedang menyenderkan kepalanya ke pelukan si laki2 dan si laki2 kemudian mengecup dahi si perempuan.
what a perfect trip.. [sigh].
saya baru ngerti apa yg dibisikin oleh si pengamen setelah mulai bernyanyi..
ayat-ayat cinta euy ... lagunya rosa ...
jadi itu rupanya, si pengamen punya ide yg bagus supaya dapet tips yg lumayan dari para penumpang [terutama dari si pasangan yg di depan tentunya :d]
walaupun gak suka film ini [genre film yg mengeksploitasi kesedihan cuma bikin ngantuk], tapi krn lagu ini sering diputer di tv dan mall2 mangkanya jadi sedikit hafal.
ya ya ... romantis2an memang gak cuma bisa dinikmati orang2 borju di tepian opera house sydney ataupun duduk2 berduaan di restoran mahal dengan meja bercandle-light, di dalam bis sesak dan kursi yg sempit-pun acara romantis2an tetep bisa jalan.
karena saya lihat pasangannya sudah pantas untuk romantis2an, maka adegan tsb gak bikin hati jadi panas - mangkanya saya pikir .. cihuy .. penganten baru.
bikin panas kl terjadi pada pasangan yg masih muda, dan itu sering terlihat kalau lagi jalan2 di mall atau sedang menikmati sore sambil makan-minum di cafe.
panas, bukan karena iri tapi panas karena menyayangkan hal tersebut dilakukan oleh muda-mudi yg bukan muhrimnya.
mungkin sebagian perempuan bisa gampang hanyut dalam suasana kasih-sayang, dan laki-laki yg genit tahu betul memanfaatkan momen dan kelemahan perempuan tsb. dan melihat kondisi tsb bisa membuat sesak orang yg melihatnya [orang yg berpenyakit sesak nafas harus berhati menjaga matanya kl lagi di cafe/mall].
tapi sekali lagi, untungnya yg di depan kursi adalah pasangan yg sudah pantas untuk romantis2an, walaupun saya harus berpikir lusinan kali untuk unjuk-pamer kemesraan di tempat publik . ntoh ..dengan pasangan yg sah.
dan gak urung, suasana di bis spt itu membuat perjalanan jadi membosankan, ditambah macet di seputar terminal sehingga membuat kantung mata jadi berat... ngantuk.
3 jam perjalanan, mata baru terbuka. pasangan yg di depan masih tetap dengan posisinya semula, berpelukan ala film2 india. puji syukur, Allah sudah memberikan rasa kantuk. dan beruntung sekali ketika terbangun pemandangan kebun teh di sebelah kanan jalan begitu indah. mata bertasbih dengan melihat kebesaran ciptaanNya lebih menyenangkan dibanding melihat adegan di depan, kan?
mudah2an pasangan yg di depan bisa awet sampe tua. dan mudah2an memang pasangan yg sah. tapi adegan tsb highly not recommended buat yg masih penjajagan. highly risked bisa ditumpangi setan [emh.. setannya malah sedang beraksi].
sobat
sobat, adalah kawan yang selalu setia menemani perjalanan hidup.
yang selalu siap memberi petunjuk dan nasehat di dalam setiap gerak langkah kita.
tidak hanya di dalam gembira bahkan di saat gelisah, sang sobat selalu siap membimbing diri kita agar tidak salah dalam melangkah.
yang menjadi penerang, penyejuk hati dan pembawa berita gembira.
yang menjaga kita agar nikmat yang sedang kita terima tidak melalaikan kita untuk bersyukur kepada sang Maha Pemurah.
sehari tanpa sang sobat, maka sesuatu terasa hilang di dalam diri kita.
maka gelisah kemudian muncul walaupun di saat yang sama kita sedang mendapatkan nikmat yang sangat banyak.
kadang kita tidak tahu sang sobat berkata tentang apa, tapi dari kata-katanya yang terangkai indah kita bisa mengira-ngira nasihat apa yang sedang disampaikan.
sang sobat, adalah obat penawar.
obat dari hati yang sedang gelisah, juga yang membimbing agar tidak lalai di dalam lautan kegembiraan.
yang mengingatkan hati bahwa kegembiraan adalah sebuah fragmen di dalam kehidupan, sedangkan kesedihan adalah sebuah fragmen lain dari keniscayaan hidup. tenggelam dalam kegembiraan adalah sama buruknya dengan tenggelam dalam kesedihan apabila kita melupakan bahwa itu semua merupakan sebuah ujian dari Sang Maha Pengasih.
sang sobat adalah quran.
sobat yang tidak boleh kita tinggalkan karena kita memang butuh nasehatnya dalam setiap kondisi hati.
sehari tanpanya adalah kerugian, tenggelam di dalamnya adalah nikmat.
kegembiraan tanpanya adalah hampa, dan kesedihan tanpa ditemaninya adalah kebinasaan.
yang selalu siap memberi petunjuk dan nasehat di dalam setiap gerak langkah kita.
tidak hanya di dalam gembira bahkan di saat gelisah, sang sobat selalu siap membimbing diri kita agar tidak salah dalam melangkah.
yang menjadi penerang, penyejuk hati dan pembawa berita gembira.
yang menjaga kita agar nikmat yang sedang kita terima tidak melalaikan kita untuk bersyukur kepada sang Maha Pemurah.
sehari tanpa sang sobat, maka sesuatu terasa hilang di dalam diri kita.
maka gelisah kemudian muncul walaupun di saat yang sama kita sedang mendapatkan nikmat yang sangat banyak.
kadang kita tidak tahu sang sobat berkata tentang apa, tapi dari kata-katanya yang terangkai indah kita bisa mengira-ngira nasihat apa yang sedang disampaikan.
sang sobat, adalah obat penawar.
obat dari hati yang sedang gelisah, juga yang membimbing agar tidak lalai di dalam lautan kegembiraan.
yang mengingatkan hati bahwa kegembiraan adalah sebuah fragmen di dalam kehidupan, sedangkan kesedihan adalah sebuah fragmen lain dari keniscayaan hidup. tenggelam dalam kegembiraan adalah sama buruknya dengan tenggelam dalam kesedihan apabila kita melupakan bahwa itu semua merupakan sebuah ujian dari Sang Maha Pengasih.
sang sobat adalah quran.
sobat yang tidak boleh kita tinggalkan karena kita memang butuh nasehatnya dalam setiap kondisi hati.
sehari tanpanya adalah kerugian, tenggelam di dalamnya adalah nikmat.
kegembiraan tanpanya adalah hampa, dan kesedihan tanpa ditemaninya adalah kebinasaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)