Sunday, June 1, 2008

catatan kemarin: keadilan dan ikhlash

jarak antara daerah uki dan tmii sepertinya gak terlalu jauh, apalagi kl dilihat di peta dan diambil garis lurus - rasanya sih deket.
krn itu saya putuskan untuk naik ojeg saja, selain krn penikmat terpaan angin [fanatikus motoris] juga bisa lebih murah dibanding taxi bluebird tarif baru bukan ? :heuheu
sebetulnya jalur dari uki ke tmii belum pernah dicoba, lokasi yg ditujupun sebenernya belum tau - pokoknya pintu 1 tmii. tapi krn menurut petunjuk peta hanya beberapa centi maka dgn sok yakin si tk ojeg langsung saya todong 15rebu perak.
awalnya nawar 25rebu, trus turun jadi 20rebu... krn merasa yakin jaraknya deket, maka dengan keteguhan dan semangat tawar-menawar ala ibu-ibu di pasar akhirnya si tk ojeg nyerah di angka 15rebu.

okee .. tarix jabrix ...
maka dimulailah perjalanan yg [saya kira] deket itu.
10 menit .. 15 menit ... e ehh jauh juga ternyata. untungnya masker dan kacamata item sudah dipake sejak 'nunggangi si jabrix', asep knalpot dan terpaan angin yg bisa membuat kering lensa kontak jadinya bisa diminimalisir.
di jalan jadi kepikiran, kl saya yg jadi tukang ojeg, dengan perjalanan yg spt ini ... mana mau ?
trus bbm juga baru2 sudah naik.
hmm.. gak bener nih, gak adil.
kalau dikira2 perjalanan ini memang cuma butuh kurang dari 1 liter bensin (saya biasa pake pertamax, tp kl gak salah tebak harga bensin adalah 6000/liter setelah bbm naik).
tapi karena pertimbangan awalnya jalur tsb adalah deket, maka 15rebu rasanya not worthed lagi [kl saya yg jadi tk ojegnya :d].
untungnya lokasi yg dituju gak begitu sulit, jadi langsung ketemu.
setelah sampe, perasaan ada sebuah ketidakadilan merasuk jauh merongrong hati.

ini bang, 15rebu ... gw tambahin deh ... nih 5rebu...
si jabrix senyum2, makasih ya .. katanya.
[di dalam hati saya bilang, mudah2an itu harga yg pantas, dan lu gak jadi ngedumel, bang.. ayoo semangat cari boncengan baru :heuheu].

hati dan ikhlash
hati harus selalu dipelihara agar bisa menjadi hakim di dalam setiap langkah hidup kita.
menentukan benar dan salah, adil atau tidak adil landasannya adalah hati nurani. karena hati nurani adalah fitrah yang Allah tanamkan dan menjadi bekal melalui kehidupan.
ada al quran yg menjadi guidance yg memelihara hati manusia agar tetap lurus, yg membersihkan hati dari koreng agar tidak menjadi karat.
tapi memelihara iklash jauh lebih berat dibanding memelihara adil - at least itulah yg saya rasakan.
kalau ongkos ojeg yg saya naiki adalah 50rebu, dgn tingkat minum bensin motor yg cuman kurang dari 1 liter. secara aturan muamalah adalah sah, karena kita sudah sepakat. harusnya saya bisa ikhlash - tapi untuk bisa iklash dalam kondisi tsb sepertinya agak sulit. kadang saya maki2 sendiri hati ini koq sampe terjadi ketidakikhlashan semodel itu.
itu-lah pe-er yg harus banyak2 dilatih. harus ber-iklash disaat akad sudah putus.
walaupun sebenarnya untuk urusan materi gak pernah menjadi beban pikiran, beberapa saatpun ganjalannya sudah bisa hilang. tapi untuk urusan lainnya selain materi, ternyata manusia lemah ini harus berjuang agar bisa ikhlash. tapi maksimal 3 hari, itupun sudah kelamaan... life's too short to worry ... karena kalau kita sadari, apa yg kita terima - apapun itu, merupakan sebuah fase di dalam kehidupan yg fana. dunia semata bukan tujuan kita toh?

catatan perjalanan: penganten baru [?]

siang itu selepas dari acara di jakarta, langsung saya meluncur ke kp. rambutan untuk naik bis jurusan ke bdg.
duduk di dekat jendela adalah tempat favorit dalam perjalanan. gak di bis atau kereta - selalu milih duduk di dekat jendela. pemandangan alam adalah pengusir rasa bosan sekaligus bisa menikmati kebesaran Allah atas semua ciptaanNya.
penumpang lain satu persatu naik - termasuk dua orang pengamen yg melihat ada lahan rejeki krn bis cukup penuh.
yg duduk tepat di depan kursi adalah sepasang laki dan perempuan berkerudung [yg laki gak berkerudung tentunya :d].
pasangan yg duduk di depan ini kira2 umurnya di atas 30 tahun.
si pengamen yg berdiri di dekat kursi mulai memetik gitarnya.. jrenggg..
tapi kemudian berbisik ke partnernya, apa yg dibilang gak jelas [harewos bojong adalah istilah yg tepat, gak tau istilahnya kl dlm b. indonesia]. si pengamen bisik2 sambil senyum2 nyengir setelah melihat pasangan yg duduk di kursi depan saya. yaa... rupanya perempuan yg di depan kursi sedang menyenderkan kepalanya ke pelukan si laki2 dan si laki2 kemudian mengecup dahi si perempuan.
what a perfect trip.. [sigh].
saya baru ngerti apa yg dibisikin oleh si pengamen setelah mulai bernyanyi..
ayat-ayat cinta euy ... lagunya rosa ...
jadi itu rupanya, si pengamen punya ide yg bagus supaya dapet tips yg lumayan dari para penumpang [terutama dari si pasangan yg di depan tentunya :d]
walaupun gak suka film ini [genre film yg mengeksploitasi kesedihan cuma bikin ngantuk], tapi krn lagu ini sering diputer di tv dan mall2 mangkanya jadi sedikit hafal.
ya ya ... romantis2an memang gak cuma bisa dinikmati orang2 borju di tepian opera house sydney ataupun duduk2 berduaan di restoran mahal dengan meja bercandle-light, di dalam bis sesak dan kursi yg sempit-pun acara romantis2an tetep bisa jalan.
karena saya lihat pasangannya sudah pantas untuk romantis2an, maka adegan tsb gak bikin hati jadi panas - mangkanya saya pikir .. cihuy .. penganten baru.
bikin panas kl terjadi pada pasangan yg masih muda, dan itu sering terlihat kalau lagi jalan2 di mall atau sedang menikmati sore sambil makan-minum di cafe.
panas, bukan karena iri tapi panas karena menyayangkan hal tersebut dilakukan oleh muda-mudi yg bukan muhrimnya.
mungkin sebagian perempuan bisa gampang hanyut dalam suasana kasih-sayang, dan laki-laki yg genit tahu betul memanfaatkan momen dan kelemahan perempuan tsb. dan melihat kondisi tsb bisa membuat sesak orang yg melihatnya [orang yg berpenyakit sesak nafas harus berhati menjaga matanya kl lagi di cafe/mall].

tapi sekali lagi, untungnya yg di depan kursi adalah pasangan yg sudah pantas untuk romantis2an, walaupun saya harus berpikir lusinan kali untuk unjuk-pamer kemesraan di tempat publik . ntoh ..dengan pasangan yg sah.
dan gak urung, suasana di bis spt itu membuat perjalanan jadi membosankan, ditambah macet di seputar terminal sehingga membuat kantung mata jadi berat... ngantuk.

3 jam perjalanan, mata baru terbuka. pasangan yg di depan masih tetap dengan posisinya semula, berpelukan ala film2 india. puji syukur, Allah sudah memberikan rasa kantuk. dan beruntung sekali ketika terbangun pemandangan kebun teh di sebelah kanan jalan begitu indah. mata bertasbih dengan melihat kebesaran ciptaanNya lebih menyenangkan dibanding melihat adegan di depan, kan?

mudah2an pasangan yg di depan bisa awet sampe tua. dan mudah2an memang pasangan yg sah. tapi adegan tsb highly not recommended buat yg masih penjajagan. highly risked bisa ditumpangi setan [emh.. setannya malah sedang beraksi].

sobat

sobat, adalah kawan yang selalu setia menemani perjalanan hidup.
yang selalu siap memberi petunjuk dan nasehat di dalam setiap gerak langkah kita.
tidak hanya di dalam gembira bahkan di saat gelisah, sang sobat selalu siap membimbing diri kita agar tidak salah dalam melangkah.
yang menjadi penerang, penyejuk hati dan pembawa berita gembira.
yang menjaga kita agar nikmat yang sedang kita terima tidak melalaikan kita untuk bersyukur kepada sang Maha Pemurah.

sehari tanpa sang sobat, maka sesuatu terasa hilang di dalam diri kita.
maka gelisah kemudian muncul walaupun di saat yang sama kita sedang mendapatkan nikmat yang sangat banyak.

kadang kita tidak tahu sang sobat berkata tentang apa, tapi dari kata-katanya yang terangkai indah kita bisa mengira-ngira nasihat apa yang sedang disampaikan.

sang sobat, adalah obat penawar.
obat dari hati yang sedang gelisah, juga yang membimbing agar tidak lalai di dalam lautan kegembiraan.
yang mengingatkan hati bahwa kegembiraan adalah sebuah fragmen di dalam kehidupan, sedangkan kesedihan adalah sebuah fragmen lain dari keniscayaan hidup. tenggelam dalam kegembiraan adalah sama buruknya dengan tenggelam dalam kesedihan apabila kita melupakan bahwa itu semua merupakan sebuah ujian dari Sang Maha Pengasih.

sang sobat adalah quran.
sobat yang tidak boleh kita tinggalkan karena kita memang butuh nasehatnya dalam setiap kondisi hati.
sehari tanpanya adalah kerugian, tenggelam di dalamnya adalah nikmat.
kegembiraan tanpanya adalah hampa, dan kesedihan tanpa ditemaninya adalah kebinasaan.

Sunday, February 10, 2008

don't judge a book by its cover

di satu hari di hari2 terakhir ramadhan, setelah para jamaah selesai menunaikan shalat dzuhur, kemudian kami berdoa seperti biasanya. ramadhan memang sudah mendekati penghunjung, dan bagi sebagian orang yg menikmati betul agungnya ramadhan tentu cemas, takut, rindu akan perginya ramadhan akan memenuhi setiap sudut perasaan. apakah doa2nya akan dikabul Allah, apakah dosanya akan diampuni?

ada suara isak tangis yg terdengar di shaf kedua. suara tangis yg lirih, yg sepertinya merupakan tangis yg tertahan dengan dada yg pasti bergemuruh menahan agar suaranya tidak sampai terdengar. yaa... ternyata ada seorang pemuda yg sedang berdoa dengan khusyu.

terusik ? .. iya .. suara tangis seorang hamba ketika berdoa seringkali membuat kita iri. krn perhatian para malaikat pasti sedang tertuju pada doa yg dipanjatkan oleh pemuda itu, dan semuanya pasti mengaminkan. sebuah hadits mengatakan "tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah."

ketika kemudian perhatian tertuju pada si pemuda tadi, terlihat ada sesuatu yg menarik perhatian dari tangan si pemuda. walaupun dia memakai baju lengan panjang, ternyata tangannya penuh dengan tato. penuh sekali.
bahkan ketika diperhatikan lagi, ternyata lehernya pun penuh dengan tato berwarna-warni.

oooh.. rupanya cahaya hidayah mungkin sudah memenuhi ruang batinnya.
tato bisa jadi merupakan sebuah tanda, kalau pada sebuah episode hidupnya, seorang manusia pernah melakukan kenakalan. banyak teman2 yg begitu nakalnya, tapi untuk bertato masih banyak yg mikir2 krn bisa dicap sebagai manusia super nakal oleh orang sekitarnya. sehingga apabila tetap nekad bertato, itu artinya kenakalannya sudah melewati batas normal. begitu kira2 yg saya pahami.
tapi rahmat Allah lebih luas daripada MurkaNya, bukan ? mudah2an Allah mengampuni dosa2nya. dan ketika seorang yg begitu besar penyesalannya atas dosa yg sudah diperbuatnya, begitu takut dirinya terhadap Allah, maka dia adalah seorang hamba yg mendapat kemenangan.

di lain waktu, saya pernah mengunjungi sebuah biro haji. tujuannya adalah untuk mengajak kerjasama dengan mereka.
pintu diketuk, dan ucap salam disampaikan pada 2 orang yg berada di di dalam kantor tsb. satu diantarnya menjawab salam dengan ramah, dan satunya lagi [yg kemudian saya tahu adalah atasannya] hanya pasang wajah masam tanpa terucap menjawab.
mengecewakan sekali. jangan2 atasannya bukan seorang muslim ? aah .. pasti muslim, lagian itu biro haji, masak bisa biro haji diurus oleh orang non-muslim. dan di foto yg dipajang di sekeliling dinding, orang tsb juga menjadi pemandu jamaah koq. gak tahan hati ini untuk bergumam, ... aduuh pak, ahklak mu itu .. malu dong sama janggut.

bagi seorang muslim, menjawab salam adalah kewajiban bukan ? dan ini seringkali saya jadikan parameter dalam menentukan dalamnya pengetahuan beragama seseorang. ketika jawaban salamnya lebih lengkap dari salam yg disampaikan, mengertilah saya kalau orang tsb sangat paham dengan agamanya, dan benar2 mempraktekannya.

dan waktu yg lain...
jam menunjukkan sudah saatnya untuk shalat dzuhur. mushola yang ada di lereng kawah tangkuban perahu sudah penuh dengan orang2 yg hendak shalat. sangking penuhnya, belasan orang sampai rela menunggu giliran agar bisa shalat di dalam mushola. diantara mereka terlihat beberapa orang kekar, berkulit hitam, mungkin selintas seperti para preman.
tapi mereka bersemangat shalat di awal waktu, dan ketika setelah shalat merekapun dengan khusuk berdoa. sebuah pemandangan kontras apabila dibandingkan dengan orang2 yg berpakaian bersih-rapih-klimis-berdasi-betitel haji, tapi ketika adzan memanggil mereka asyik ngobrol bercengkram seolah tidak terpanggil untuk menghadap sang Rab. bahkan tidak cuma mereka tidak shalat di awal waktu, tapi sampai adzan shalat berikutnya, mereka tetap asyik saja mengobrol dan bekerja dengan melupakan kewajiban shalat.

memang, penampilan fisik dan atribut2 yg dipakai memang seringkali menipu. padahal kesan apa yg kita lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Thursday, January 17, 2008

yg baik akan mendapatkan pasangan yg baik? II

na'udzubillah, bila kita diberikan pasangan yg buruk.
tapi apapun yg telah Allah tetapkan bagi manusia merupakan hakNya, pasti ada hikmah besar di dalamnya - tergantung bagaimana kita menyikapi. bila melihat istrinya firaun, aisyiah, kita bisa melihat kisah tsb sebagai sebuah pembuktian akan kekuatan iman. kisah istri nabi nuh dan istri nabi luth, juga sebagai ujian akan kenabian nabi nuh dan nabi luth.

sesungguhnya manusia adalah makhluk yg penuh dengan kesalahan dan kekhilafan. sungguh sebuah kelalaian kalau menyangka diri kita ini sebagai manusia yg baik, yaitu merasa aman dengan kondisi keimanan dan keislaman kita skr. dengan menyadari bahwa kita sebagai manusia yg lemah dan banyak salah malah akan membuat kita selalu mawas diri dan memperbanyak tobat. apakah ada ruang bagi si dhaif untuk mempersangkakan dirinya sebagai manusia yg baik ?
tapi apabila "manusia baik" kita batasi dengan parameter definitive misalkan "manusia yg bukan pezina", tentunya klaim tesebut sah2 saja.
dan berharap kita dipasangkan dengan pasangan yg bukan pezina adalah sebuah kewajaran, sekaligus harapan tsb sebagai permohonan dan reward atas usaha yg sudah dilakukan untuk menjauhi perbuatan keji tsb.

ayat 26 surat an-nuur menjelaskan posisi aisyah atas fitnah dari orang2 munafik.
"perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)..."
ayat ini (mulai ayat 23 s.d 26) muncul dengan background kisah siti aisyah yg ketika itu mendapat fitnah (tuduhan berzina) dari orang2 munafik, sehingga Allah Menyucikannya dari tuduhan dengan 4 ayat tsb. dengan melihat asbabun nuzul, kata "keji" di ayat tsb cakupannya adalah zina. jadi apabila judul bahasan ini "yg baik akan mendapatkan pasangan yg baik?" dibatasi dalam konteks pezina untuk pezina, dan yg suci untuk yg suci, maka jawabannya adalah, "ya", kita gantungkan harapan kita tinggi2 supaya Allah memberikan pasangan yg suci bila kita memang terbebas dari perbuatan keji tsb.
apakah akhlak buruk lainnya diluar konteks zina berada dalam cakupan ayat tsb? kalau menurut hemat saya adalah tidak. saya berpendapat bahwa cakupannya terbatas hanya pada konteks zina saja. wallahu'alam.

kita merge apa yg sudah saya tulis di blog MP ini juga dari masukan/komentar yg sudah masuk.

pertama, bukan meragukan ayat 26 surat an-nuur, tapi saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai konteks ayat tsb.
dan ternyata dari asbabun nuzul, ayat tsb merupakan sebuah ketetapan hukum Allah atas posisi siti aisyah. dan kalaupun diperluas dalam konteks kapling -mengkapling jatah manusia dalam berpasangan, hanya akan terbatas pada "orang yg keji [zina] untuk pasangan yg keji [zina] - orang yg baik untuk pasangan yg baik" - bukan "orang yg baik" secara umum dan "yg buruk" secara umum.
adalah sah2 saja kalaupun kalimat "orang yg keji untuk pasangan yg keji [zina] - orang yg baik untuk pasangan yg baik" dimaknai sebagai sebuah motivasi agar untuk mendapatkan yg baik maka orang tsb harus menjadi orang yg baik pula.

kedua, Allah mengikuti prasangka makhlukNya, sesuai dengan hadits qudsi riwayat muslim "Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku (Allah) bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku".
menggantungkan harapan setinggi2nya untuk mendapatkan pasangan yg baik adalah suatu yg lumrah, bahkan tidak ada larangan bahkan bagi orang berlumur dosa sekalipun untuk berambisi untuk mendapatkan pasangan yg baik. bahkan ada bbrp cerita yg saya dengar, dimana seorang laki2 yg ingin menikahi seorang mantan psk. ada juga kisah wanita shaleh yg bersuamikan laki2 yg suka "jajan". dalam realita banyak sekali kejadian spt itu.

jadi, yg baik untuk yg baik dan yg buruk untuk berpasangan dengan yg buruk, bukanlah sebuah keniscayaan pada realitas keseharian.

bersikap roja (harap) dan khauf (takut) bagi orang yg belum pernah berzina adalah sebuah hal yg wajar ketika yg bersangkutan memohon pasangan yg "suci" juga. juga hal yg wajar apabila berharap agar Allah memberikan reward atas kesabarannya, dan takut karena khawatir apabila mendapat pasangan yg "kurang baik" akan mempengaruhi kestabilan keimanannya.

bukan bermaksud meragukan hadits qudsi tsb, tapi hanya mempersiapkan ruang untuk berhusnudzon thd apapun yg akan Allah berikan suatu saat kelak.
pengetahuan manusia sangatlah terbatas, kita tidak mengetahui hal2 ghaib yg berada jauh di luar jangkauan kita. rahasia2 tsb hanya menjadi milik Allah, yg tidak ketahui hikmahnya at the present time. berkaca dari kisah nabi musa bahwa Allah mempunyai rahasia atas setiap ketetapanNya. kejadian positif atau negatif yg menimpa pada manusia sebenarnya dalam koridor rahman dan rahimNya, ujian iman, dan atas pemberianNya tsb merupakan jalan agar manusia kemudian ingat dan kembali kepadaNya.
siapa tahu ketika kita dipasangkan dengan pasangan yg buruk justru hal tsb justru Allah berkehendak untuk menaikkan derajat keimanannya di sisi Allah apabila dia lulus dalam ujian tsb. sedangkan bila dipasangkan dengan pasangan yg sama2 baik malah justru menjadikannya lalai dan berleha2 sehingga lupa untuk mengkoreksi keimanannya.
dan dalam skema rahman dan rahimNya -lah semua itu diberikan pada orang2 tertentu sesuai dengan kapasitas dan ketahanan imannya.

berprasangka baik terhadap Allah bukan hanya harus dikedepankan ketika sebuah hal tsb belum terjadi, tapi juga ketika ternyata apa yang Allah berikan kemudian di luar ekspektasi kita, yaitu ketika kita dikasih pasangan yg di luar harapan. karena pemberian Allah yg meleset dari eksepektasi, bisa jadi merupakan sarana yg Allah sediakan untuk mengupgrade level keimanan hambaNya.

ketiga , "Allah membuat istri nabi nuh dan istri nabi luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah ikatan pernikahan dengan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba kami. lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suami mereka, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada keduanya: ‘masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka’." (at-tahrim: 10)
kedua istri nabi tsb tidak dikisahkan sebagai pezina. mereka berdua seburuk2 pasangan karena melakukan pekhianatan thd suami mereka dalam perkara agama. jika kita sandingkan dengan ayat 23-26 an-nuur, maka dua konteks ayat tsb menjadi hal yg berbeda, karena yg satu dalam konteks pembangkangan dalam hal dien, dan yg lainnya dalam hal perbuatan keji (zina). dan kalimat "yg baik akan berpasangan dgn yg baik" sepertinya tidak berlaku dengan adanya kisah di surat at-tahrim tsb.

sebagaimana kita ketahui, zina adalah perbuatan yg harus dijauhi. di dalam al-furqan: 68-70, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shalih.
"dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat ..." (al-furqan: 68-70).

dan ternyata yg namanya orang itu bermacam2 posisinya thd hal ini. dari hasil googling, ternyata ada juga orang yg tidak menolak untuk menikah dengan pasangan yg diketahui sbg pernah melakukan zina. [silahkan baca ini dan ini]. bukan pada tempatnya dan tidak ada hak saya untuk berpendapat ttg hal ini, saya serahkan kepada masing2 orang untuk memilih.

dan hemat saya, mendapatkan pasangan yg pernah melakukan zina tidaklah lebih merugikan dibandingan dengan seorang pasangan pembangkang [dalam term dien], karena keduanya mempunyai ancaman azab yg sama hebatnya apabila tidak ditobati. [seorang yg pernah melakukan dosa zina masih mempunyai peluang meraih syurga. baca ini].

berharap pasangan terbaik
beberapa waktu yg lalu, ketika berdoa selesai shalat, saya selalu memohon agar diberikan pasangan yg terbaik. terbaik di sini dalam pandangan saya pribadi berdasarkan penilaian thd diri sendiri. tapi kemudian saya merubah doa tsb karena menyadari bahwa apa yg menurut prasangka manusia adalah jelek, bisa jadi menurut Allah adalah yg terbaik, vice versa. maka dari itu, permohonannya diganti dengan memohon "agar dikasih pasangan yg terbaik menurut Engkau".
karena bukankah yg terpenting adalah barokah dan ridhlo Allah di dalam setiap gerak langkah kita di setiap saat, dan setiap pemberian yg Allah kasih disikapi dengan syukur dan prasangka yg baik?

kalau saya ditanya tentang harapan dipasangkan dengan seorang yg seperti apa, tentu saja dengan sikap roja dan khauf, saya sangat mengharapkan pasangan yg baik dan suci bahkan belum sekalipun berpacaran. karena sebuah kecenderungan yg wajar apabila berharap sesuatu yg sepadan bahkan lebih tinggi dari levelnya.
[just a cheap talks ... : manusia, kan, gak mau rugi ..:d]
dan tentu saja tidak berhenti sebatas harapan, tapi juga mengharuskan kita memperhatikan proses dan kriteria apa yg kita tetapkan dalam memilih pasangan kita, seperti yg telah ditulis di entri sebelumnya.

tapi sebuah ruang juga disisakan apabila harapan tsb malah terjadi diluar harapan. ruang tsb disediakan, berangkat dari kesadaran bahwa apa yg menurut manusia buruk justru adalah baik di sisi Allah. dan agar saya bisa berprasangka baik terhadap setiap pemberianNya ketika ekspektasi malah meleset dari kenyataan.

sebuah pesan bagi siapapun yg mempunyai masa lalu yg sedikit suram,
... tetaplah berharap mendapatkan pasangan yg baik yg bisa membimbing ke arah yg lebih baik.
jangan berputus harapan dari rahmat Allah, dan bahwa ampunan Allah lebih luas daripada murkaNya. Allah akan menutup aib seorang manusia selama manusia tsb menjaga aib itu dari orang sekitarnya. dan bahkan ada hadits yg menyebutkan "dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat." selanjutnya silahkan baca ini.
saya pernah membaca sebuah curhat di kolom konsultasi keluarga. seorang wanita yg resah krn ada aib masa lalu yg selalu ditutupi thd suaminya. si wanita merasa berdosa krn aib tsb terus ditutupinya, dan dia akan bermaksud untuk membuka aib tsb kepada suaminya.
sesungguhnya itu adalah perbuatan bodoh kalau benar hal tsb jadi dilakukan [membuka aib masa lalunya thd suami]. padahal Allah saja sudah menutupi aib wanita tsb ketika dia tidak membuka aibnya thd orang lain.

berharap yg lebih baik bukanlah sebuah dosa, bukan ? gantungkan harapan setinggi langit, dan sisakan ruang untuk berprasangka baik terhadap setiap pemberian Allah. dan yg baik pada hari ini belum tentu akan selamanya baik, yg jelek akhlak pada hari ini bisa jadi akan meraih ridlho diakhir nanti. berusahalah menjadi orang baik, jauhi perbuatan keji dan senantiasa kita mohonkan bimbingan dan ampunan dari Allah dalam setiap perjalanan hidup kita.

wallahu'alam bishawab
mohon koreksi apabila ada kekurangan dan kesalahan

Monday, January 14, 2008

merenung: sudah tiba saatnya

longsor di situbondo, banjir di bojonegoro, banjir di sumut, banjir di riau, banjir di jateng, banjir di palembang, banjir di ntt, bahkan bandungpun sekarang kebagian banjir. kalau jakarta memang sudah rutin.
dan permukaan lautpun naik sesenti demi sesenti akibat pemanasan global.

bencana sepertinya menjadi berita akrab beberapa tahun kebelakang ini.
sudah seharusnya cobaan yg datang bertubi2 ini membuat kita merenung.. apa kesalahan kita yg membuat alam seolah marah ?
sudah tidak becuskah kita menjadi khalifah di bumi Allah ini ?
coba kita lihat bagaimana kelakuan kita selama ini.
pohon2 pengikat bukit ditebang habis seolah menantang diturunkannya azab Allah berupa tanah longsor.
kali dan sungai menjadi tempat pembuangan akhir (tpa), menjadikannya dangkal. maka tidak heran bila musim hujan seolah mengharap banjir. pernah lihat kasur atau kursi yg dibuang ke sungai ? hmmm itulah kelakuan sebagian kita.. begitu egois, dan sekaligus tolol!
kita juga paling senang mengkonsumsi plastik - sampah anorganik yg emoh dihancurkan oleh makhluk pengurai. lihat kelakuan sebagian kita kalau keluar dari supermarket.. gak cukup dengan sebuah kantong plastik besar, tiap belanjaan dipisah-pisah dengan plastiknya sendiri2..
bahkan, bukankah lebih baik kita mulai untuk mengurangi konsumsi plastik dan menggantinya dengan kantong kertas ?

dan sebagian kitapun menjadi manusia2 kufur..
ketika kemarau, kita mengeluh karena sawah, ladang dan air sumur menjadi kering..
membuat ibu2 rumahtangga mengantri untuk membeli air minum dan untuk keperluan rumahtangga lainnya.
kita juga jadi gampang berkeringat karena udara panasnya, bikin badan menjadi bau karena mengharuskan rutin untuk mandi sedangkan air susah didapat.
menyalahkan alam, menyalahkan tukang ac karena air conditonernya sering macet, hingga menyalahkan tuhan karena terjadi pergeseran musim.

sedangkan ketika musim hujan, kita pun sering mengeluh karena cucian gak kering2, seharian nongkrong di kantor karena di luar ujan lebat, banjirpun dimana2, longsor juga, sawah2 juga terendam air...
dan kembali kita mengeluh, merutuk dan mengutuk..
itulah sebagian sikap kita yg kufur terhadap pemberian Allah.

kita harus berhenti sebentar, kasih kesempatan buat hati dan akal untuk merenung..
periksa lagi kelakuan kita selama ini,
kita terlalu banyak mengeluh...
tapi kesalahan demi kesalahan masih juga dilakukan di dalam kesadaran kita..

cobaan dari Allah sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang supaya kita kembali mengingatNya.
mengingatkan kita pada janji untuk mengurus bumi ini dengan sebaik2nya.
lalu berpikir, ... sudah saatnya kita memiliki pemimpin adil, amanah, cerdas dan tegas.
yg bisa membimbing rakyatnya menjadi manusia2 yg pantas menyandang khalifah di muka bumi.
bukannya memilih pemimpin yg membiarkan korupsi merajalela, mengencingi hukum dengan tipu daya fulus, mengejar kekayaan dari hasil proyek2 siluman yg menguras uang rakyat, dan menguras sumberdaya alam tanpa berpikir akibat negatifnya buat generasi esok.
masa depan bumi yg akan kita wariskan buat generasi ke depan harus mulai dipikirkan saat ini juga.
dan 2009, tinggal setahun di depan.
sudah cukup waktu kita untuk bisa berpikir dewasa dalam menentukan hak politik.
dan sudah cukup cobaan demi cobaan datang menimpa yg mengharuskan kita untuk mengurus bumi ini dgn lebih baik.

Thursday, January 10, 2008

Coffee Aroma: the real taste of the real coffee


The founder of "Koffie Fabriek Aroma" at 78 years ago is Tan Houw Sian. Before he started the bussiness in 1930, he had worked for a Dutch coffee producer. In that decades, coffee bussiness competitions was centered on South American countries, Britain and Holland. And the Dutchman had massive plantations in Indonesia.

Nowadays, Kopi Aroma (coffee aroma) bussiness is running by Widya Pratama, the only son of Tan Houw Sian, since he at 23. Widya produces coffee just the way his father did, supervises every pack of the coffee and regulary inspect the coffee plantations in a number of different parts of the country (with total of 45 hectares in acre).
The beans store at the barn for between two and eight years, it aims to lower acidity of the beans, and the ammount of caffeine. The low acid levels in the long-maturing coffee make the coffee to reduce the risks of somebody who have trouble with stomach.

What make this coffee fabric special is they still use traditional method of processing coffee bean, from the raw one until ready to serve. Widya is also very friendly, and he will gladly take you to a tour to his coffee warehouse, while explaning the whole process of processing the coffee bean.

Inside his mini shop, you will also find several coffee grinding machine, the oldest one was dated 1900. Those machines are well maintained, still working and free from dust. The grinder was made by American Hobart, although there is also a German model produced as recently as 1930. The roasters were made in 1936, it fueled by rubber wood from old non-productive trees.
The coffee roasted for two hours to full perfection, without any additive or chemicals.

Source : http://www.visitbandung.net