Showing posts with label salamun'alaikum. Show all posts
Showing posts with label salamun'alaikum. Show all posts

Sunday, February 10, 2008

don't judge a book by its cover

di satu hari di hari2 terakhir ramadhan, setelah para jamaah selesai menunaikan shalat dzuhur, kemudian kami berdoa seperti biasanya. ramadhan memang sudah mendekati penghunjung, dan bagi sebagian orang yg menikmati betul agungnya ramadhan tentu cemas, takut, rindu akan perginya ramadhan akan memenuhi setiap sudut perasaan. apakah doa2nya akan dikabul Allah, apakah dosanya akan diampuni?

ada suara isak tangis yg terdengar di shaf kedua. suara tangis yg lirih, yg sepertinya merupakan tangis yg tertahan dengan dada yg pasti bergemuruh menahan agar suaranya tidak sampai terdengar. yaa... ternyata ada seorang pemuda yg sedang berdoa dengan khusyu.

terusik ? .. iya .. suara tangis seorang hamba ketika berdoa seringkali membuat kita iri. krn perhatian para malaikat pasti sedang tertuju pada doa yg dipanjatkan oleh pemuda itu, dan semuanya pasti mengaminkan. sebuah hadits mengatakan "tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah."

ketika kemudian perhatian tertuju pada si pemuda tadi, terlihat ada sesuatu yg menarik perhatian dari tangan si pemuda. walaupun dia memakai baju lengan panjang, ternyata tangannya penuh dengan tato. penuh sekali.
bahkan ketika diperhatikan lagi, ternyata lehernya pun penuh dengan tato berwarna-warni.

oooh.. rupanya cahaya hidayah mungkin sudah memenuhi ruang batinnya.
tato bisa jadi merupakan sebuah tanda, kalau pada sebuah episode hidupnya, seorang manusia pernah melakukan kenakalan. banyak teman2 yg begitu nakalnya, tapi untuk bertato masih banyak yg mikir2 krn bisa dicap sebagai manusia super nakal oleh orang sekitarnya. sehingga apabila tetap nekad bertato, itu artinya kenakalannya sudah melewati batas normal. begitu kira2 yg saya pahami.
tapi rahmat Allah lebih luas daripada MurkaNya, bukan ? mudah2an Allah mengampuni dosa2nya. dan ketika seorang yg begitu besar penyesalannya atas dosa yg sudah diperbuatnya, begitu takut dirinya terhadap Allah, maka dia adalah seorang hamba yg mendapat kemenangan.

di lain waktu, saya pernah mengunjungi sebuah biro haji. tujuannya adalah untuk mengajak kerjasama dengan mereka.
pintu diketuk, dan ucap salam disampaikan pada 2 orang yg berada di di dalam kantor tsb. satu diantarnya menjawab salam dengan ramah, dan satunya lagi [yg kemudian saya tahu adalah atasannya] hanya pasang wajah masam tanpa terucap menjawab.
mengecewakan sekali. jangan2 atasannya bukan seorang muslim ? aah .. pasti muslim, lagian itu biro haji, masak bisa biro haji diurus oleh orang non-muslim. dan di foto yg dipajang di sekeliling dinding, orang tsb juga menjadi pemandu jamaah koq. gak tahan hati ini untuk bergumam, ... aduuh pak, ahklak mu itu .. malu dong sama janggut.

bagi seorang muslim, menjawab salam adalah kewajiban bukan ? dan ini seringkali saya jadikan parameter dalam menentukan dalamnya pengetahuan beragama seseorang. ketika jawaban salamnya lebih lengkap dari salam yg disampaikan, mengertilah saya kalau orang tsb sangat paham dengan agamanya, dan benar2 mempraktekannya.

dan waktu yg lain...
jam menunjukkan sudah saatnya untuk shalat dzuhur. mushola yang ada di lereng kawah tangkuban perahu sudah penuh dengan orang2 yg hendak shalat. sangking penuhnya, belasan orang sampai rela menunggu giliran agar bisa shalat di dalam mushola. diantara mereka terlihat beberapa orang kekar, berkulit hitam, mungkin selintas seperti para preman.
tapi mereka bersemangat shalat di awal waktu, dan ketika setelah shalat merekapun dengan khusuk berdoa. sebuah pemandangan kontras apabila dibandingkan dengan orang2 yg berpakaian bersih-rapih-klimis-berdasi-betitel haji, tapi ketika adzan memanggil mereka asyik ngobrol bercengkram seolah tidak terpanggil untuk menghadap sang Rab. bahkan tidak cuma mereka tidak shalat di awal waktu, tapi sampai adzan shalat berikutnya, mereka tetap asyik saja mengobrol dan bekerja dengan melupakan kewajiban shalat.

memang, penampilan fisik dan atribut2 yg dipakai memang seringkali menipu. padahal kesan apa yg kita lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Tuesday, September 18, 2007

salammu, pintu keselamatanmu

adikku, aku bangga padamu karena engkau begitu rajin beribadah, tulisan-tulisanmu juga indah berisi pesan dan ayat-ayat suci, dan engkaupun sangat berbakti kepada ibu bapakmu.
tapi ada satu kekuranganmu, dan itu bisa membuat hatimu keras membatu.
yaitu, engkau tidak menjawab salam dari saudaramu, bahkan kalaupun engkau memberi atau menjawab salam, salammu sangat jauh dari sempurna.

adikku, salam bisa menjaga silaturrahim, menjadi pengikat dirimu dan saudaramu sesama muslim, menghaluskan budi dan hatimu, mencairkan emosimu. dan bukankah persaudaran muslim itu begitu hangat dan indah karena adanya anjuran memberi dan menjawab salam.
satu sama lainnya mendoakan keselamatan, rahmat dan berkah.

tapi adikku, kenapa sikap tuntunan Rasulullah tsb lenyap dari dirimu ?
kenapa engkau enggan menjawab salam ?
kenapa engkau memberi salam seolah engkau enggan ?
engkau memberi salam dengan ucapan "ass",
sungguh, engkau tidak ikhlash mendoakan keselamatan pada saudaramu itu..
yang akibatnya, temanmu pun menjadi tidak ikhlash mendoakan agar engkau juga berada dalam keselamatan.

janganlah perbuatan yang engkau kira sepele ini menjadi sebuah kebiasaan.
sambutlah salam saudaramu, betapapun kondisi kamu.
jawablah salam saudaramu, walaupun engkau sedang enggan berbincang dengannya.
dan betapapun engkau marah padanya, menjawab salam adalah kewajibanmu.
doa keselamatan saudaramu itu seakan enggan mendekatimu karena engkau sendiri menolaknya.

semoga menjadi lembut hatimu.